Konten dari Pengguna

7 Syarat Garis Kontur pada Peta dan Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi, Syarat Garis Kontur, Sumber Unsplash Andrew Stutesmman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi, Syarat Garis Kontur, Sumber Unsplash Andrew Stutesmman

Peta mempunyai banyak komponen yang melengkapinya. Salah satunya adalah garis kontur. Komponen ini tak bisa dibuat sesuka hati karena ada berbagai syarat garis kontur yang perlu dipenuhi.

Syarat-syarat ini perlu diketahui untuk menambah wawasan masyarakat. Selain itu, beragam syarat tersebut juga diperlukan agar seseorang tak mengalami kesalahan dalam membuat peta.

Pengertian dan Syarat Garis Kontur pada Peta

Ilustrasi Syarat Garis Kontur, Sumber Unsplash Geojango Maps

Menurut buku Geomorfologi, Rio Irhan Mais Cendra Jaya, dkk (2025: 27), kontur merupakan garis yang menunjukkan ketinggian permukaan tanah. Umumnya, garis kontur pada dataran rendah akan mengelilingi garis kontur di dataran yang lebih tinggi.

Adanya garis kontur membuat pembaca peta memahami ketinggian suatu daerah dengan lebih baik. Selain itu, bentuk dan kemiringan permukaan bumi juga bisa diketahui dengan semakin jelas melalui garis ini.

Garis tersebut tak bisa digambar begitu saja pada peta. Ada beberapa syarat garis kontur yang perlu dipenuhi, yaitu:

1. Berbentuk Kurva Tertutup

Semua garis kontur pasti berbentuk kurva tertutup atau berakhir pada betas peta. Jadi, tak ada garis yang putus di tengah jalan.

2. Tak Bercabang

Garis kontur tak akan mengalami percabangan. Hal ini disebabkan suatu titik tidak mungkin mempunyai dua ketinggian yang berbeda.

3. Tak Berpotongan

Penggambaran garis kontur tidak boleh berpotongan satu sama lain karena berfungsi untuk mewakili perbedaan ketinggian. Namun, permukaan bumi tertentu bisa mempunyai garis kontur berpotongan, seperti tebing yang tergantung.

4. Kerapatan sebagai Penunjuk Kemiringan

Garis kontur perlu digambar dengan semakin rapat untuk menunjukkan daerah yang curam. Namun bila landai, maka garis perlu digambar dengan renggang.

5. Penunjuk Ketinggian yang Sama

Masing-masing garis kontur akan menunjukkan ketinggian yang sama. Lalu, jaraknya akan mewakili interval dari hal tersebut dnegan konsisten.

6. Tak Menggambarkan Objek

Garis kontur tidak bisa menggambarkan objek buatan maupun alami di atas tanah. Misalnya adalah bangunan serta pohon.

7. Bisa Menjorok

Garis kontur bisa menjorok ke arah hulu di daerah sungai atau lembah. Penjorokan ini membuatnya berbentuk seperti huruf U atau V.

Baca juga: Skala Peta Indonesia: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Itulah pengertian dan syarat garis kontur pada peta. Semoga dapat membantu masyarakat untuk semakin memahami komponen peta ini. (LOV)