Konten dari Pengguna

8 Contoh Resensi Singkat Novel Fiksi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 15 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buku fiksi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku fiksi. Foto: Unsplash

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, literasi novel adalah kemampuan seseorang dalam membaca ataupun menulis sebuah novel, sedangkan resensi adalah kegiatan membahas, mengkritik, menilai, dan mengungkapkan isi yang ada dalam sebuah karya sastra.

Karya sastra yang dapat dibuat resensi dapat berupa buku, tulisan, film, ataupun lagu dengan bentuk sinopsis, kritikan, atau data-data mengenai karya tersebut.

Melalui resensi, orang bisa bisa mendapatkan gambaran umum mengenai suatu karya sastra sebelum memutusan untuk membelinya. Resensi juga merupakan bentuk kritikan terhadap si pembuat karya sehingga dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Lantas, bagaimana bentuk resensi novel? Simak contoh resensi singkat novel fiksi di artikel ini.

Contoh Resensi Novel

Ilustrasi membuat resensi novel. Foto: Pexels

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku. Salah satu kategori buku yang dapat dibuat resensi adalah novel fiksi.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa contoh resensi singkat novel fiksi yang bisa digunakan sebagai referensi.

Contoh Resensi Novel Fiksi Negeri 5 Menara

Berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul Negeri 5 Menara.

Identitas Buku

Judul Buku: Negeri 5 Menara

Penulis: Ahmad Fuadi

Tebal Buku: 423 halaman

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2009

Sinopsis:

Novel karya Ahmad Fuadi ini sudah difilmkan. Tokoh utama di dalam novel ini adalah Alif. Ia lahir di Minangkabau. Sejak kecil, Ia mempunyai cita-cita menjadi seperti B. J. Habibie. Oleh karena itu, setelah SMP Ia berencana melanjutkan SMU di Padang. Ia berharap dapat kuliah di jurusan yang diinginkannya.

Amak Alif berkeinginan Ia menjadi penerus Buya Hamka. Hal ini membuat impian Alif kandas. Orang tuanya menawari untuk sekolah agama atau pergi ke pondok pesantren. Alif sempat kesal, namun Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Akhirnya, Ia masuk pondok. Pamannya memberi saran untuk masuk ke Pondok Pesantren modern Gontor di Jawa Timur.

Awalnya Alif menjalaninya dengan setengah hati, namun akhirnya Ia tetap ingin melanjutkan di pondok posantren karena mendengar kalimat bahasa Arab “Man Jadda Wajada” yang artinya adalah barang siapa bersungguh-sungguh pasti bisa.

Di pondok, Ia memiliki teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Raja, Dulmajid, Said, Atang dan Baso. Mereka habiskan waktu sehari-hari dengan hafalan Al-Qur’an, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris siang malam. Pada tahun pertama, mereka merasa berat namun tahun-tahun berikutnya mereka jalani dengan penuh warna dan pengalaman.

Suatu hari Baso keluar dari pondok, hal ini menggugah semangat Alif dan teman-temannya untuk segera lulus dan menjadi orang sukses serta mewujudkan impiannya untuk pergi ke benua Eropa dan Amerika.

Akhirnya, impian mereka terwujud. Alif berada di Amerika, Atang di Afrika, Raja di Eropa, Baso di Asia, Said dan Dulmajid di Indonesia. Anda dianjurkan untuk tidak meremehkan suatu impian karena Allah Maha Mendengar.

Kelebihan:

Ceritanya menarik dan membuat pembaca penasaran untuk mengetahui lebih lanjut kehidupan di dunia pesantren. Di dalam novel ini banyak dijumpai motivasi.

Kekurangan:

Bagian klimaks ceritanya kurang menonjol dan penjelasan mengenai kehidupan beberapa tokoh dalam novel tersebut kurang.

Contoh resensi novel fiksi di atas dapat bermanfaat bagi Anda untuk dijadikan sebagai sumber referensi. Dengan demikian, dapat memudahkan Anda dalam memahami isi dari masing-masing novel best seller yang ada di Indonesia.

(Contoh resensi buku disalin dari Sekolahnesia)

Contoh Resensi Novel Fiksi Promise

Berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul Promise.

Identitas Buku

Judul Buku: Promise

Penulis: Dwitasari

Tebal Buku: 229 halaman

Penerbit: Loveable

Tahun Terbit: 2016

Sinopsis:

Rahman, seorang cowok asal Jogja yang meski berwajah tampan namun lugu dan sederhana. Sangat berbeda dengan sahabatnya sejak kecil yaitu Aji yang playboy dan sering gonta ganti pacar, namun sangat setia kawan.

Saking setia kawannya, Aji ingin membuat Rahman berubah agar bisa merasakan cinta dan memiliki wawasan yang lebih luas lagi. Sayangnya, cara yang dia lakukan salah.

Aji memberikan Rahman sebuah DVD porno yang akhirnya diketahui oleh Pak Purnomo, ayah Rahman, meskipun belum sempat Rahman tonton.

Merasa sangat berang karena Rahman dianggap mencoreng nama baiknya sebagai cucu seorang kyai terkenal, Pak Purnomo berniat menjodohkan Rahman dengan anak almarhum sahabatnya.

Delapan belas bulan kemudian, Rahman kuliah di kota Milan. Persahabatannya dengan Moza, seorang cewek cantik yang ceplas ceplos dan periang, membuat Rahman bagai menemukan dunia baru. Apalagi, Rahman sudah kehilangan Aji yang sebelum lulus sekolah pergi meninggalkannya untuk mewujudkan cita-citanya.

Berbeda dengan Rahman yang tulus menganggap Moza sebagai sahabat, Moza justru jatuh cinta pada Rahman.

Rahman sendiri menganggap keberadaannya di Milan bukan sekadar menuntut ilmu di bidang arsitektur yang merupakan kesukaannya, namun memiliki tujuan lain, yaitu mencari gadis yang dicintainya.

Gadis yang pernah menjadi bagian dari hidupnya karena kesalahannya di masa lalu, namun tanpa alasan yang jelas juga menghilang dari hidupnya.

Dalam pencariannya ini, justru Rahman bertemu Aji yang berubah, tidak seperti dulu. Aji yang dulu suka mempermainkan wanita, kini sudah menjatuhkan pilihannya pada seseorang.

Meski sebagai sahabat yang baik Rahman berbahagia dengan kebahagiaan Aji, namun di balik itu, Rahman tetap menyimpan luka karena kehilangan cinta sejatinya.

Sementara, Moza sadar kalau dia akan memperjuangkan cintanya untuk Rahman hingga waktu yang membuktikan, dia harus tetap bertahan atau justru harus berhenti memperjuangkan.

Kelebihan:

Alur ceritanya bagus, gaya bahasanya mudah dimengerti pembaca sehingga pembaca merasa nyaman saat menikmati ceritanya.

Kekurangan:

Sampul bukunya kurang memiliki daya tarik bagi pembaca.

Contoh Resensi Novel Fiksi Rumah Kaca

Berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul Rumah Kaca.

Identitas Buku

Judul Buku: Rumah Kaca

Penulis: Pramoedya Ananta Toer

Tebal Buku: 646 halaman

Penerbit: Lentera Dipantera

Tahun Terbit: 2010

Sinopsis:

Jacques Pangemanann yang merupakan seorang komisaris polisi Hindia Belanda berdarah Minahasa dalam memberantas kelompok Si Pitung membuatnya ditugaskan untuk memata-matai kegiatan Minke.

Tugas inilah yang membuat Jacques Pangemanann menjadi sosok yang bertanggung jawab dibalik pembuangan Minke ke pulau terpencil di Maluku Utara.

Novel fiksi ini berisi detail dari aktivitas Pangemanann saat memata-matai Minke sebelum, saat, dan sesudah diasingkan ke Maluku Utara.

Dalam buku ini juga, dapat ditemukan detail sejarah yang terkait pembunuhan seorang wanita tuna susila kelas atas bernama Fientje de Fenicks atau Rientje de Roo pada masa itu.

Kelebihan:

Kelebihan novel ini adalah fakta-fakta disajikan dengan bagus.

Kekurangan:

Alur waktu tidak jelas sehingga pembaca kesulitan untuk mengetahui latar cerita di dalam novel tersebut

didalam website ini, anda juga bisa membaca artikel tentang kumpulan contoh resensi novel fiksi yang disajikan secara lengkap dan berbobot.

Contoh Resensi Novel Fiksi Remaja

Berikut adalah contoh resensi singkat novel fiksi berjudul Koala Kumal.

Identitas Buku

Judul Buku: Koala Kumal

Penulis: Raditya Dika

Tebal Buku: 250 halaman

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2015

Sinopsis:

Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu sukses diterima masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging.

Tulisan di blognya lalu diadaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika.

Kelebihan:

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.

Kekurangan:

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

(Contoh resensi buku disalin dari Saintif)

Contoh Resensi Novel Fiksi 5 CM

Dikutip dari Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7 oleh Heriyanto, berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul 5 CM.

Identitas Buku

Judul Buku: 5 CM

Penulis: Dhonny Dhirgantoro

Tebal Buku: 381 halaman

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2005

Sinopsis:

Novel ini bercerita mengenai kisah 5 orang pemuda dan pemudi yang menjalin persahabatan dan memiliki kepribadian yang berbeda.

Tokoh-tokoh dalam novel ini yang pertama adalah Riani sosok gadis cantik yang berkacamata dan memiliki otak yang cerdas. Ia memiliki cita-cita yang tinggi ingin menjadi seorang presenter di salah satu stasiun TV.

Tokoh selanjutnya ialah Zafran, gayanya sangat menampakkan bahwa dirinya adalah anak band, berbadan kurus, dan sosok Zafran ini selalu menjadi pelebur suasana dalam kisah 5 sahabat dalam novel 5 CM.

Arial adalah sosok yang memiliki badan sporty dan selalu tampak rapi dalam acara apapun. Genta adalah sosok yang paling dewasa dan memiliki jiwa kepemimpinan, rambutnya agak lurus dan berjambul, memakai kacamata dan seorang aktifis kampus.

Sosok terakhir adalah Ian, laki-laki bertubuh besar yang sangat mengidolakan Happy Salma.

Kisah ini dimulai dari kejenuhan mereka yang selalu berkumpul bersama setiap harinya, akhirnya mereka memiliki ambisi untuk tidak bertemu selama beberapa tahun sampai apa yang mereka cita-citakan terwujud maka mereka akan berkumpul semacam reuni.

Akhirnya waktu itu pun tiba, mereka berhasil meraih cita-cita yang diinginkan dan mereka berkumpul untuk menanjak gunung yang sangat fenomenal di Indonesia, Gunung Mahameru.

Kisah persahabatan 5 CM dalam perjalanan menuju puncak Mahameru pun diuji, kuatnya persahabatan mereka akhirnya berhasil menaklukan jalan yang penuh dengan perjuangan hingga akhirnya mereka dapat sampai di puncak Gunung Mahameru.

Kelebihan:

Kelebihan yang dapat diambil dari novel 5 CM ini adalah menggambarkan bahwasanya dengan bersama maka perjalanan yang ditempuh dan rintangan yang dihadapi akan terasa lebih mudah.

Pembaca seolah dihanyutkan dengan kisah adegan 5 CM ini saat menanjak Gunung Mahameru dan penulis sukses membuat para pembaca penasaran apa yang terjadi selanjutnya setelah mereka sampai di Puncak Mahameru.

Kekurangan:

Kekurangan yang terdapat dalam novel 5 CM sejauh ini ada beberapa bahasa yang tidak dimengerti oleh pembaca dan ada beberapa konteks bahasa yang tidak mengalir.

Novel 5 CM ini seolah menggambarkan imajinasi yang luar biasa bahwa sangat mudahnya menggapai mimpi apa yang diidamkan tanpa melalui proses yang panjang.

Contoh Resensi Novel Fiksi Misteri Burung Merah

Ilustrasi membuat resensi novel. Foto: Pexels

Dikutip dari Mahir Berbahasa Indonesia oleh Pulus Tukan, berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul Misteri Burung Merah.

Identitas Buku

Judul Buku: Misteri Burung Merah (Chasing Redbird)

Penulis: Sharon Creech

Tebal Buku: 270 halaman

Penerbit: Kaifa (Mizan Grup)

Tahun Terbit: 2003

Sinopsis:

Setelah sukses dengan novelnya yang berjudul Perjalanan Dua Purnama, Sharon Creech mencoba untuk menciptakan novel berikutnya yang tidak kalah dengan judul Misteri Burung Merah. Dalam novelnya kali ini Sharon Creech menghadirkan perpaduan yang indah antara humor, kasih sayang, dan filosofi sederhana.

Misteri Burung Merah karya Sharon Creech ini menceritakan tentang petualangan seorang remaja bernama Zinnia Taylor, 14 tahun, yang memiliki keluarga besar.

Mereka terdiri dari ayah, ibu, tiga saudara perempuan: Gretchen, May, dan Bonnie, tiga saudara laki-laki: Will, Ben, dan Sam, serta Paman Nate dan Bibi Jessie. Zinnia Taylor memiliki rambut yang merah sehingga Pam Nate menjulukinya si Burung Merah.

Zinnia Taylor menjadi lebih dekat dengan keluarga Paman Nate dibandingkan dengan keluarganya sendiri sejak Rose, anak tunggal Paman Nate meninggal pada usia 4 tahun karena menderita batuk rejan. Mereka tinggal di sebuah kota bernama Bybanks yang sebagian besar berupa daerah pertanian.

Pada suatu musim semi, Zinny (panggilan dari Zinnia Taylor) menemukan jalan setapak di belakang rumahnya. Pada saat pertama kali Zinny menemukan jalan setapak itu, Paman Nate dan Bibi Jessie terlihat seolah mengetahui sesuatu tentang jalan menuju perbukitan itu dan mereka tak ingin orang lain menemukannya.

Zinny pun berusaha untuk membersihkan jalan setapak yang telah ditumbuhi rumput dan semak liar itu, setelah ia mempelajari di museum bahwa jalan ini adalah jalur Bybanks-Chocton ratusan tahun yang lalu.

Nama-nama tempat yang dilalui oleh jalan setapak itu pada peta di museum terdengar menakjubkan dan aneh seperti Jalan Dara, Lembah Gagak, Bukit Jari Bayi, Bukit Beruang Ngantuk, bahkan Lembah Hantu dan Bukit Bayangan Kematian justru terdengar menakutkan.

Misteri dalam novel ini dimulai ketika tiba saat kematian Bibi Jessie yang terjadi setelah Zinny memperlihatkan sebuah medali dan ular yang ditemukannya pada jalan setapak. Seluruh keluarga Zinny, terlebih lagi Paman Nate merasa sangat kehilangan atas kematian Bibi Jessie.

Zinny merasa sangat bersalah karena memperlihatkan ular yang ditemukannya pada Bibi Jessie. Bibi Jessie sangat takut pada ular sehingga Zinny tetap merasa bersalah, meskipun dokter mengatakan bahwa kematian bibinya karena diabetes.

Sejak saat itu Paman Nate memiliki kebiasaan aneh, berkeliaran, memotret, berbicara pada diri sendiri dan kepada orang tak tampak. Salah satunya adalah Bibi Jessie, Si Burung Merahnya, dan ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencoba menangkapnya.

Terkadang ia terlihat berkeliaran ke arah padang rumput serta perbukitan di sekitar jalan setapak sambil membawa sebatang tongkat untuk memukul apa saja yang mirip dengan ular karena Bibi Jessie paling takut terhadap ular.

Zinny pun bertekad menyingkap seluruh jalan setapaknya untuk mengungkap misteri di balik jalan setapak itu yang mungkin berhubungan dengan Si Burung Merah, Bibi Jessie.

Kelebihan:

Walaupun novel ini termasuk dalam kategori fiksi misteri, tetapi bahasa yang digunakan dalam novel ini terkesan ringan dan mudah untuk dinikmati terlepas dari kesan serius yang biasa dibangun pada novel-novel misteri detektif.

Bahkan, novel ini dipenuhi dengan humor-humor ringan yang menjadi lucu karena sikap yang diambil oleh pelakunya adalah apa adanya.

Kekuatan novel ini terletak pada pembentukan karakter tokohnya yang kuat, juga terletak pada penggunaan bahasanya yang simpel tetapi padat.

Sebagai novel terjemahan, hasil penerjemahan novel ini ke dalam bahasa Indonesia juga patut diacungi jempol karena mampu mempertahankan kekuatan pemilihan kata dalam bahasa Indonesia yang biasa lebih bertele-tele dalam bahasa Inggris.

Kekurangan:

Karakter orang tua Zinny ditulis dengan kurang baik. Rasanya tidak bisa dipercaya bahwa orang tua akan membiarkan seorang gadis muda menghabiskan 10 hari di hutan sendirian. Selain itu, semua karakter memiliki masalah komunikasi yang buruk.

Contoh Resensi Novel Fiksi Laskar Pelangi

Dikutip dari Kiat Mudah Menulis Resensi oleh Elisa Permata Sari, dkk., berikut adalah contoh resensi novel fiksi berjudul Laskar Pelangi.

Judul Buku: Laskar Pelangi

Penulis: Andrea Hirata

Tebal Buku: 533 halaman

Penerbit: PT. Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 2005

Sinopsis:

Andrea Hirata, selaku penulis novel Laskar Pelangi menyajikan kisah kehidupan yang berasal dari daerah terpencil. Kisah kehidupan diisi dengan 10 orang anak yang hidup di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Nama dari 10 anak tersebut antara lain Lintang, Ikal, Mahar Ahlan, Jumadi Ahlan, A Kiong, Syahdan Noor Aziz, Borek, Mukharam Kucai Khairani, Harun, Trapani, dan Sahara yang menjadi anak perempuan satu-satunya di antara mereka.

Mereka hidup di daerah yang kaya akan timah namun kontras dengan keadaan masyarakatnya yang dilanda kemiskinan dan hanya berprofesi sebagai penambang timah.

Kehidupan mereka terus dibayangi dengan kesulitan, yang dimulai dengan ucapan pak Harfan yang menyampaikan pengumuman dari Depdikbud Sumsel yang akan membubarkan sekolah jika jumlah siswa tidak mencapai 10 orang. Tidak beberapa lama, datanglah Harun bersama ibunya untuk mendaftarkannya ke sekolah tersebut.

Kedua orang guru terus mengajarkan rasa percaya diri kepada anak-anak didiknya dengan mengedepankan nilai pendidikan menjadi yang lebih utama dalam kehidupan.

Laskar Pelangi menjadi sebuah julukan yang diberikan oleh ibu Muslimah kepada 10 orang anak yang memiliki semangat yang luar biasa. Hingga akhirnya, kedua orang guru bangga atas prestasi yang diraih oleh anak-anak tersebut.

Kelebihan:

Memiliki gaya bahasa yang cukup menarik untuk dibaca, memberikan kenyamanan para pembaca saat menyimak setiap alur ceritanya. Kisahnya memberikan pelajaran yang patut diteladani, terutama dalam aspek moral dan sosial.

Selain itu, alur ceritanya juga menanamkan sikap selalu bersyukur atas apa yang ada dan diberikan oleh-Nya.

Kekurangan:

Karena kisahnya berlatar belakang di sebuah daerah terpencil, beberapa kata menggunakan bahasa daerah yang tidak semua orang mengerti.

Contoh Resensi Novel Perahu Kertas

Dikutip dari Cara Efektif Meresensi Buku oleh Dian Santini dan Amelia Muna, berikut adalah contoh resensi novel berjudul Perahu Kertas.

Judul Buku: Perahu Kertas

Penulis: Dewi Lestari (Dee)

Tebal Buku: 444 halaman

Penerbit: Treudee Pustaka Sejati dan Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 2010

Sinopsis:

Perahu Kertas, sebuah novel fiksi karangan penulis wanita Dewi Lestari atau biasa dipanggil Dee. Dalam bukunya cerita dimulai dengan kisah seorang pria bernama Keenan. Ia adalah remaja yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA di Amsterdam, Belanda.

Keenan memiliki cita-cita menjadi seorang seniman pelukis. Namun ayahnya tidak mendukung cita- cita anaknya itu. Ayahnya lebih mendukung Keenan untuk mengambil studi perguruan tinggi di fakultas ekonomi. Dengan terpaksa Keenan mengalah dengan keputusan ayahnya.

Dalam ceritanya ada seorang wanita bernama Kugy. Ia adalah gadis yang ceria dan riang, seorang yang sangat menyukai dongeng. Sejak kecil memang Kugy mempunyai cita-cita menjadi penulis dongeng.

Di dalam sifatnya yang selalu ceria dan riang, Kugy mempunyai kebiasaan aneh, yaitu mengirimkan surat dengan dilipat dan dihanyutkan ke laut untuk Dewa Neptunus.

Eko dan Noni adalah dua orang sahabat sejati Kugy, mereka sudah bersahabat sejak kecil, dan Eko sendiri masih bersaudara dengan Keenan. Kugy dikenalkan dengan Keenan oleh mereka, hingga seiring berjalannya waktu mereka saling menyukai satu sama lain.

Keenan dan Kugy memang saling menyukai, namun keduanya juga saling diam satu sama lain. Di posisi itu Kugy sebenarnya sudah mempunyai kekasih yang bernama Joshua dan Keenan akan dijodohkan dengan saudara dari Noni, yaitu Wanda.

Setelah lulus kuliah, Kugy telah kembali ke Jakarta, la bekerja di sebuah perusahaan dengan profesi sebagai copywriter. Sedangkan Keenan, masih memiliki tekad untuk meraih cita-citanya menjadi seorang pelukis.

Ia memutuskan untuk pergi ke Bali dan tinggal di sana bersama Pak Wayan, seorang seniman pelukis yang merupakan sahabat dari ibunya. Di sana Keenan bertemu dengan Luhde Laksmi, keponakan dari Pak Wayan. Semakin lama tinggal di sana, Keenan menyukai Luhde Laksmi.

Namun, karena kondisi ayah Keenan yang memburuk, menyebabkan ia tidak bisa tinggal selamanya di Bali dan terpaksa harus kembali ke Jakarta untuk mengurus perusahaan keluarganya. Setelah sampai di Jakarta, Keenan tak hanya bertemu dengan keluarga, ia pun bertemu juga dengan sahabat sejatinya.

Kelebihan:

Sebuah contoh resensi novel fiksi yang menyajikan suatu kisah cinta dan persahabatan yang dapat meluluhkan para pembacanya.

Secara keseluruhan gaya bahasa dikemas dengan menarik, ringan dan tidak terbelit atau menuangkan banyak istilah asing. Pastinya mudah dimengerti, dipahami dan dinikmati oleh semua kalangan usia.

Kekurangan:

Menyajikan kisah cinta dan persahabatan yang memang sangat umum, sehingga alurnya mudah ditebak. Latar tempat yang selalu berbeda membuat pembaca harus lebih berkonsentrasi dalam berimajinasi saat membacanya.

Baca Juga: Memahami Langkah-Langkah Menulis Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi

Itulah contoh resensi singkat novel fiksi. Anda bisa menggunakannya sebagai referensi sebelum membeli novel atau sekadar memuaskan rasa ingin tahu terhadap karya tersebut.

Resensi sendiri disebut sebagai salah satu cara untuk mengkritik, membahas, dan mengungkapkan isi dari sebuah buku dalam bentuk sinopsis.

Anda bisa menceritakan kembali buku yang sudah dibaca dalam bentuk resensi agar orang yang membaca lebih mudah dan cepat. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengetahui kesimpulan dan makna dari sebuah buku.

(UMI & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu literasi novel?
chevron-down

Literasi novel adalah kemampuan seseorang dalam membaca ataupun menulis sebuah novel.

Apa yang dimaksud dengan resensi?
chevron-down

Resensi adalah kegiatan membahas, mengkritik, menilai, dan mengungkapkan isi yang ada dalam sebuah karya sastra.

Apa saja karya sastra yang bisa dibuat resensi?
chevron-down

Karya sastra yang dapat dibuat resensi dapat berupa buku, tulisan, film, ataupun lagu dengan bentuk sinopsis, kritikan, atau data-data mengenai karya tersebut.