8 Pantun Assalamualaikum dan Ciri-Cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana contoh pantun assalamualaikum? Bagaimana ciri-ciri pantun yang baik dan benar? Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang masih digunakan sampai saat ini. Kota Betawi atau Jakarta masih sering menggunakan pantun dalam acara-acara tertentu, seperti halnya ketika sedang ada hajatan. Pada saat menerima calon mempelai laki-laki akan ada adu pantun antara keduanya sebagai ucapan selamat datang.
Dikutip dari buku Kerongsang (500 Pantun Warisan) karya Rendra Setyadiharja (2021: 5), pantun adalah sejenis peribahasa yang digunakan sebagai sindiran. Pantun juga merupakan bentuk pengungkapan rasa hati dan pemikiran yang khas bangsa Melayu dan mempunyai sifat multi-budaya, multi-bahasa, multi-agama, dan multi-ras. Pantun tidak terikat dengan batasan usia, jenis kelamin, stratifikasi sosial, dan hubungan darah. Pantun merupakan hasil karya sastra bangsa Melayu yang hidup dalam ranah great tradition atau little tradition.
Ciri-Ciri Pantun
Terdiri dari empat baris setiap baitnya. Puisi lama yang satu ini memiliki ciri-ciri pantun khas yang kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris.
Memiliki pola. Ciri-ciri pantun lainnya yang mudah dikenali adalah pola abab.
Memiliki sampiran dan isi. Pada baris ke 1 dan 2 disebut sampiran dan baris ke 3 dan 4 disebut isi
Tidak ada nama penulis
Inilah pantun assalamualaikum dan ciri-cirinya yang perlu kamu ketahui untuk dijadikan referensi.
Pantun Assalamualaikum
1. Bunga harum mekar sekuntum
Buah tomat terlihat ranum
Assalamualaikum antum-antum
Moga sehat dan slalu senyum.
2. Belajar Fisika, teori kuantum
Belajar Kimia, tentang kalium
Kata pembuka, assalamualaikum
Teh dan kopinya silakan diminum.
3. Hujan turun di tengah petang
Jalan sendiri menunggu pacar
Assalamualaikum selamat datang
Moga acara ini berjalan lancar.
4. Petik sekuntum bunga pematang
Bunganya kecil dimakan ngengat
Assalamualaikum selamat datang
Ku sapa hadirin dengan hangat.
5. Semua tulisan harus dirangkum
Sebelum dikirim ke Kota Belgia
Ku ucapkan assalamualaikum
Untuk hadirin hadirat yang berbahagia.
6. Buah mangga sedang ranum
Diberi sambal enak rasanya
Kuucapkan Assalamualaikum
Salam sejahtera buat semuanya.
7. Ada jarum di atas papan
Papan kayu tidak tenggelam
Assalamu’alaikum sebagai sapaan
Sapaan merdu di umat Islam.
8. Bunga sekuntum dari pohon talas
Di Purwokerto anak bersekolah
Assalamualikum mohon dibalas
Ku buka acara dengan bismillah.
Demikianlah pantun assalamualaikum dan ciri-cirinya. Kamu bisa menggunakannya sebagai referensi. Membuat pantun memang susah-susah gampang. Apalagi pantun adalah sebuah warisan budaya jadi harus tetap dilestarikan agar tidak luntur dan hilang.(UMI)
