9 Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan yang Benar untuk Diikuti

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, seorang pelamar kerja tentu harus menyiapkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Salah satunya adalah surat lamaran pekerjaan. Meski dokumen ini familiar, tetapi masih banyak orang yang tidak bisa sebutkan sistematika surat lamaran pekerjaan yang benar.
Padahal dalam sistematika tersebut, telah dijelaskan secara rinci mengenai tata penulisan surat lamaran yang tepat sesuai dengan strukturnya. Dengan begitu, pelamar kerja bisa memiliki gambaran yang jelas tentang tata penulisan dokumen yang satu ini.
Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan yang Benar
Berikut ini adalah panduan sistematika surat lamaran pekerjaan yang benar dikutip dari buku 1700 Plus Bank Soal Bahasa Indonesia SMA/MA-SMK, Yadi Mulyadi dan Ani Andriyani (2019:314).
1. Tempat dan Tanggal Surat Dibuat
Pertama, dalam surat lama pekerjaan harus memuat tempat dan tanggal surat dibuat. Biasanya, penulisan ini ditempatkan di pojok kanan atas tanpa adanya titik di akhir penulisan.
2. Lampiran Surat
Bagian yang satu ini bisa dituliskan apabila memang ada lampiran dalam surat lamaran pekerjaan tersebut. Sebab, lampiran surat akan menunjukkan ada berapa berkas yang dilampirkan. Adapun penulisan lampiran sendiri tidak boleh disingkat menjadi ‘lamp’.
3. Alamat Penulisan Surat
Selanjutnya, surat lamaran pekerjaan juga harus memuat alamat penulisan surat. Pelamar kerja bisa menuliskan nama dan alamat perusahaan yang dituju. Namun, perlu diperhatikan bahwa pelamar harus menghindari penulisan dengan kata ‘kepada’.
Hal ini karena penulisan kata tersebut tidak disarankan. Kemudian hindari juga penggunaan sapaan bapak atau ibu. Selain itu, penulisan alamat ini tidak boleh lebih dari tiga baris.
4. Salam Pembuka
Salam pembuka pada surat lamaran pekerjaan bisa diawali dengan kata “Dengan hormat’ yang selanjutnya diberikan tanda baca koma.
5. Kalimat Pembuka
Sistematika selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kalimat pembuka yang harus ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Selain bersifat resmi, surat lamaran ini juga akan menjadi kesan pertama perusahaan yang menerimanya.
Oleh karena itu, penggunaan bahasa yang baik menjadi hal penting untuk memberi kesan positif. Bagian ini bisa memuat nama, tempat tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir, dan lainnya.
6. Menyatakan Lampiran
Kemudian jika ada dokumen lampiran yang ingin diserahkan bersamaan dengan surat lamaran tersebut, maka beritahu secara rinci lampiran apa saja yang ada di dalamnya. Adapun penulisan lampiran aini diawali dengan huruf kecil dan menggunakan tanda baca titik koma di setiap rincian serta tanda baca titik pada akhir kalimat.
7. Penutup
Bagian penutup bisa ditulis dengan menunjukkan antusiasme pelamar kepada perusahaan yang dituju.
8. Salam Penutup
Jangan lupa untuk akhiri surat dengan salam penutup. Bagian ini menjadi penting karena dapat menggambarkan bagaimana sikap sopan santun pelamar.
9. Tanda Tangan
Bagian terakhir dalam surat adalah tanda tangan yang terletak di pojok kanan bawah. Kolom ini juga harus dilengkapi dengan nama lengkap pelamar.
Baca Juga: 3 Contoh Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Iklan
Itu dia ulasan tentang sistematika surat lamaran pekerjaan dengan penulisan yang benar sesuai strukturnya. Semoga bermanfaat, ya. (Anne)
