Adab Membaca Al-Quran dengan Tartil
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membaca Al-Quran dengan tartil harus diikuti dengan adab yang benar. Karena bukan hanya makan yang memiliki adab, namun dalam membaca Al Quran juga harus disertai dengan adab.
Sedangkan yang dimaksud dengan tartil yaitu, perlahan-lahan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Muzammil : 4
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya : atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.(QS. Al-Muzammil : 4)
Syeikh Abdul Aziz dalam tafsirnya menyebutkan bahwa arti asal tartil adalah membaca dengan terang dan jelas.
Dalam membaca Al Quran kita harus memperhatikan panjang dan pendek huruf. Sebagaimana ketika menyanyi, kita memperhatikan bagaimana artikulasi dan tinggi rendahnya nada.
Maka untuk membaca ayat suci Alquran yang mana tujuannya adalah untuk mengaungkan Allah seharusnya kita lebih cermat lagi dalam melafalkannya.
Terdapat adab membaca Al-Quran yang dipahami supaya dapat membaca kitab suci umat Islam tersebut dengan tartil.
Adab Membaca Al-Quran dengan Tartil
Cara Membaca Al Quran dalam Buku Pintar Al Quran, oleh Abu Nizhan :
Memulai dengan mohon ampun pada Allah Subhanahu Wata’ala
Membaca kalimat basmalah, kecuali pada Surat At-Taubah
Membacanya dengan khusyuk
Berusaha untuk memperindah dalam melafalkan huruf Al Quran, sebagaimana hadist Rasulullah: “Bukan dari golongan kami bagi orang-orang yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al Quran” (HR. Bukhari)
Membacanya dengan perlahan lahan sebagaimana firman Allah pada Surat Al-Qiyamah :16
Yang artinya : “Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.”
Bacalah sesuai dengan hukum tajwid
Membaca Al Quran dengan suara sedang, yaitu tidak mengeraskan suaranya, atau terlalu kecil suaranya.
Melaksanakan sunnah sujud tilawah apabila bertemu dengan ayat-ayat sajadah.
Membaca Al-Quran dapat mendatangkan banyak kebaikan. Maka dari itu janganlah terburu buru ketika membacanya. Pahami dengan seksama makna yang hendak disampaikan Allah Subhanahu Wata’ala untuk para rasulNya dan hambaNya.
Dengan memaknai isi Quran dan mengamalkannya, maka Insyaallah, Alquran akan menjadi teman yang setia ketika di alam kubur kelak. Ia akan bersaksi pada malaikat, bahwa ia telah dibaca dengan tartil dan telah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu alam.(DWA)

