Akibat yang Ditimbulkan dari Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberagaman sosial budaya memiliki dampak positif dan negatif di Indonesia. Jelaskan akibat yang ditimbulkan dari keberagaman sosial budaya! Simak ulasannya melalui tulisan berikut ini.
Baca juga: Sikap yang Dapat Menumbuhkan Persatuan dalam Keberagaman Kebudayaan yang Ada.
Akibat yang Ditimbulkan dari Keberagaman Sosial Budaya
Bangsa Indonesia memiliki beragam sosial budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman tersebut dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara.
Keberagaman di Indonesia dibuktikan dengan adanya perbedaan-perbedaan ras, agama, suku, dan sosial budaya. Keberagaman sosial budaya dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi bangsa dan negara berdasarkan cara kita menyikapinya.
Berdasarkan buku Keragaman dalam Dinamika Sosial Budaya Kompetensi Sosial Kultural Perekat Bangsa yang disusun oleh Afnan Fuadi (2020:69), berikut adalah akibat yang ditimbulkan dari keberagaman sosial budaya.
Dampak Positif
Akibat yang ditimbulkan dari keberagaman sosial budaya adalah adanya integrasi nasional. Pengertian integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam suatu kesatuan wilayah.
Faktor pendukung terwujudnya integrasi nasional di antaranya sebagai berikut.
Penggunaan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa.
Semangat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.
Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu Pancasila.
Adanya jiwa dan rasa semangat gotong royong.
Dampak Negatif
Adapun akibat yang ditimbulkan dari keberagaman sosial budaya dan berpotensi menimbulkan konflik adalah berkembangnya primordialisme dan etnosentrisme.
Diambil dari buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 3 untuk SMP/MTs Kelas IX, yang disusun oleh Sri Untari, Gunawan Rianto (2019:113), berikut adalah pengertian primordialisme dan etnosentrisme.
Primordialisme merupakan suatu pandangan atau paham yang memegang teguh tradisi, adat istiadat, kepercayaan, atau berbagai hal dari daerahnya. Sikap primordialisme yang berlebihan dapat menimbulkan konflik.
Etnosentrisme adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, umumnya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.
Akibat yang ditimbulkan dari keberagaman sosial budaya dapat bersifat positif dan negatif. Dampak positif memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan, sedangkan dampak negatif mengakibatkan ketidakharmonisan, bahkan perpecahan bangsa dan negara.(DK)
