Konten dari Pengguna

Aksara Jawa dan Pasangan beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksara Jawa dan Pasangan, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Aksara Jawa dan Pasangan, Foto: Pixabay

Aksara Jawa dan pasangan adalah huruf-huruf yang umum digunakan di Pulau Jawa. Aksara ini merupakan turunan dari aksara Brahmi yang digunakan di Nusantara sejak zaman dahulu kala.

Aksara Jawa termasuk tulisan dengan sistem Abugida, yang ditulis dari kiri ke kanan. Setiap aksara Jawa melambangkan suatu suku kata dan posisi aksara dalam kata itu telah ditentukan sebelumnya.

Uniknya, penulisan aksara Jawa tidak menggunakan spasi. Maka dari itu, pembaca harus benar-benar memahami teks bacaan untuk membedakan setiap katanya.

Aksara Jawa dan Pasangan

Aksara Jawa. Foto: ubaya.ac.id

Dikutip dari buku Cepat Terampil Membaca Aksara Jawa (Pengenalan Aksara, Penerapan Sandhangan, Penerapan Pasangan), Eko Gunawan, (2018:14), aksara Jawa dikenal juga dengan Hanacaraka atau Carakan.

Hal itu karena Hanacaraka atau Carakan merupakan aksara Jawa yang paling dasar. Meski begitu, sesungguhnya masih ada beberapa aksara Jawa selain aksara Carakan.

Aksara Carakan berarti nama-nama yang digunakan untuk menuliskan kata-kata di dalam bahasa Jawa. Setiap aksara carakan ini memiliki bentuk pasangan masing-masing, yang dapat digunakan untuk mematikan aksara vokal sebelumnya.

Aksara Carakan terdiri dari:

  1. Ha Na Ca Ra Ka: Ada sebuah kisah

  2. Pa Dha Ja Ya Nya: Mereka sama-sama sakti

  3. Da Ta Sa Wa La: Terjadi sebuah pertarungan

  4. Ma Ga Ba Tha Nga: Dan akhirnya semuanya mati

Setiap aksara carakan memiliki makna tersendiri, yakni:

  • Huruf Ha: hana hurup wening suci, yang berarti hidup adalah kehendak dari Tuhan yang Maha Suci.

  • Huruf Na: Nur Candra alias warsitaning Candara, yang berarti tindakan manusia untuk mengharapkan sinar dari Sang Ilahi.

  • Huruf Ca: cipta weding, cipta dadi, atau cipta mandulu, yang berarti suatu arah dan tujuan yang diberikan oleh Sang Maga Tunggal.

  • Huruf Ra: rasaingsun handulusih, yang berarti cinta sejati adalah cinta yang muncul dari dalam nurani.

  • Huruf Ka: karsaningsun memayuhayuning bawana, yang berarti hasrat yang ditujukan untuk kesejahteraan alam.

  • Huruf Da: dumadining Dzat kang tanpa winangenan, yang berarti bahwa kita harus menerima kehidupan ini apa adanya dengan lapang dada.

  • Huruf Ta: tatas, titis, tutus, titi lan wibawa, yang berarti sesuatu yang mendasar dan totalitas di dalam memandang kehidupan.

  • Huruf Sa: suram ingsun handulu sifatullah, yang berarti pembentukan kasih sayang sesuai kasih yang berasal dari Tuhan.

  • Huruf Wa: wujud hana tan kena kinira, yang berarti bahwa ilmu manusia terbatas, tetapi implementasinya sangat tidak terbatas.

  • Huruf La: lir handaya paseban jati, yang berarti menjalankan hidup semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan Tuhan.

  • Huruf Pa: papan kang tanpa kiblat, yang berarti hakihat Tuhan memang ada, tanpa perlu melihat arah.

  • Huruf Dha: duwur wekasane endek wiwitane, yang berarti untuk sampai ke puncak harus dimulai dari bawah terlebih dahulu.

  • Huruf Ja: jumbuhing kawula lan gusti, yang berarti terus berusaha demi mendekati dan memahami kehendak Tuhan.

  • Huruf Ya: yakin marang sembarang tumindak kang dumadi, yang berarti yakin terhadap ketetapan dan kudrat Ilahi.

  • Huruf Nya: nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki, yang berarti memahami kodrat dari kehidupan ini.

  • Huruf Ma: madep mantep manembah maring Ilahi, yang berarti mantap di dalam menyembah Tuhan.

  • Huruf Ga: guru sejati sing muruki, yang berarti pembelajaran kepada guru nurani.

  • Huruf Ba: bayu sejati kang andalani, yang berarti menyelaraskan diri dengan gerak gerik dari alam.

  • Huruf Tha: tukul saka niat, yang berarti segala sesuatu harus diawali dengan niat.

  • Huruf Nga: ngracut busananing manungso, yang berarti melepas ego pribadi pada manusia.

Setiap aksara Jawa Carakan juga memiliki bentuk dan pasangan yang beda satu sama lain. Aksara Pasangan dipakai untuk mematikan bentuk vokal di aksara Carakan. Contoh: ‘ba’ menjadi ‘b’ dan ‘ja’ menjadi ‘j’.

Cara meletakkan pasangan huruf carakan ini adalah dengan meletakkanya pada aksara carakan se.

Contoh: kata-kata makan nasi di dalam aksara Carakan awalnya adalah manganasego, kemudian berubah menjadi mangan sego.

Demikianlah penulisan aksara Jawa dan pasangannya. Apakah kamu tertarik untuk mendalami aksara Jawa?(BRP)