news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Aksara Jawa Lengkap beserta Penjelasannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
21 Maret 2025 17:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi aksara jawa lengkap - Sumber: pixabay.com/darkmoon_art
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aksara jawa lengkap - Sumber: pixabay.com/darkmoon_art
ADVERTISEMENT
Aksara Jawa lengkap merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih digunakan di daerah Jawa. Aksara ini terdiri dari huruf-huruf unik yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa.
ADVERTISEMENT
Meskipun kini lebih jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, aksara Jawa tetap diajarkan di sekolah. Ini dilakukan sebagai bagian penting dalam pelestarian budaya.

Mengenal Aksara Jawa Lengkap

Ilustrasi aksara jawa lengkap - Sumber: pixabay.com/qiye-116/
Aksara Jawa lengkap adalah sistem penulisan aksara Jawa, termasuk aksara dasar (Carakan), pasangan, sandhangan, aksara swara, aksara rekan, dan tanda baca khusus. Aksara ini merupakan sistem tulisan yang berkembang dari aksara Kawi.
Berdasarkan buku Aksara-aksara di Nusantara: Seri Ensiklopedia, Ridwan Maulana, (2020), aksara Jawa merupakan kelanjutan transformasi aksara Kawi yang bentuk modernnya (seperti sekarang) telah tetap ortografinya sejak abad ke-17. Pangram 'hanacaraka' muncul pada era berkembangnya Islam di Jawa.
Aksara Jawa berasal dari aksara Brahmi India dan mengalami perkembangan melalui aksara Kawi pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Pada zaman Majapahit dan Mataram Islam, aksara ini banyak digunakan dalam prasasti, kitab, serta dokumen resmi.
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Jawa, aksara dasarnya terdiri dari 20 huruf utama yang masing-masing memiliki bunyi vokal /a/, yaitu:
Aksara ini bisa dihafalkan dengan cerita Hanacaraka Datasawala Magabatanga, yang melambangkan kisah ajian dari Aji Saka.
Selain itu, aksara Jawa juga memiliki pasangan dan sandhangan. Pasangan digunakan untuk menghilangkan vokal /a/ dari aksara sebelumnya agar membentuk suku kata baru, yaitu:
ꦥ + ꦲ → bh (tanpa vokal “a” di akhir).
Sedangkan sandhangan berfungsi untuk mengubah bunyi aksara dasar:
ADVERTISEMENT
Aksara Jawa lengkap adalah salah satu warisan budaya Nusantara yang kaya makna. Dengan mengenalnya, semua orang bisa ikut menjaga agar warisan leluhur ini tidak punah dan tetap bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. (DNR)