Konten dari Pengguna

Aksara Murda: Pengertian, Contoh, dan Kegunaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Aksara Murda. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aksara Murda. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)

Pengertian aksara murda yaiku murda kuwi tegese sirah utawa sesorah utawa bisa diarani aksara gede aksara gedhe. Dalam aksara Jawa, tidak semua huruf punya aksara murda, hanya terdapat 8 aksara yang digunakan sebagai penghormatan dalam penulisan nama orang, gelar, lembaga, geografi, atau sesuatu yang kita banggakan dan hormati.

Dalam penulisan sebuah nama boleh digunakan satu atau lebih aksara murda, yang mana aksara murda tidak bisa digunakan sebagai penutup suku kata/tidak bisa menjadi konsonan. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai aksara murda dalam aksara Jawa.

Penjelasan Mengenai Aksara Murda

Dikutip dari buku Lemuria Atlantis Nusantara: True Back History of Indonesia (2020: 248), aksara adalah satuan terkecil yang merepresentasikan. Suku kata terbuka (konsonan-vokal) dengan vokal /a/ atau /c/ tergantung posisinya. Namun, vokal juga tergantung dari dialek pembicara; misalnya dialek Jawa Barat yang cenderung menggunakan /a/ sementara dialek Jawa Timur lebih cenderung menggunakan /c/. Aturan baku penentuan vokal aksara dideskripsikan dalam Wewaton Sriwedari sebagai berikut:

  • Sebuah aksara dibaca dengan vokal /c/ apabila aksara sebelumnya mengandung sandhangan swara.

  • Sebuah aksara dibaca dengan vokal /a/ apabila aksara setelahnya mengandung sandhangan swara.

  • Aksara pertama sebuah kata umumnya dibaca dengan vokal /c/ kecuali dua aksara setelahnya merupakan aksara dasar. Jika begitu, aksara tersebut dibaca dengan vokal /a/.

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa aksara murda yaiku murda kuwi tegese sirah utawa sesorah utawa bisa diarani aksara gede aksara gedhe. Agar kamu lebih paham, berikut adalah contoh aksara murda dalam aksara Jawa:

Aksara Murda. (Foto:Gaul Aksara Jawa (2015))

Dikutip dari buku Gaul Aksara Jawa yang ditulis oleh Javaholic Genk Kobra Community (2015: 123), aksara murda juga memiliki aksara pasangannya. Berikut adalah aksara pasangan dari aksara murda untuk menambah wawasan:

Aksara Pasangan dari Aksara Murda. (Foto:Gaul Aksara Jawa (2015))

Demikianlah penjelasan mengenai aksara murda yang digunakan sebagai penghormatan dalam penulisan nama orang, gelar, lembaga, geografi, atau sesuatu yang kita banggakan dan hormati. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)