Al Bayyinah Artinya Pembuktian, Begini Maknanya Bagi Umat Islam!

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami isi dari Al-Quran adalah suatu kewajiban bagi seorang kaum muslim. Dalam Alquran terdapat banyak hal-hal tentang kehidupan di dunia dan akhirat. Dikutip dari buku yang berjudul Kearifan Al-Qur’an karya Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag (2020: 1) yang dimaksud dengan Al-Quran adalah kitab suci untuk pedoman hidup manusia sepanjang masa yang mengandung ajaran yang relevan untuk kehidupan manusia kapan saja dan di mana saja.
Salah satu surat yang perlu dipahami umat Islam adalah surat Al-Bayyiah.
Surat Al-Bayyinah
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ١
رَسُوْلٌ مِّنَ اللهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ٢
فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ٣
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ٤
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَوَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ٥
إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْشَرُّ الْبَرِيَّةِ ٦
إِنَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ٧
جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِىْ مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللهُعَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ ٨
lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina mungfakkiina hattaa ta’tiyahumul bayyinah. Rosuulum minalloohi yatluu suhufam muthohharoh. Fiiha kutubung qoyyimah. Wamaa tafarroqol ladziina uutul kitaaba illaa mim ba’dimaa jaa-athumul bayyinah. Wamaa umiruu illaa liya’budullooha mukhlishiina lahud diina khulafaa-a wayuqiimus sholaata wayu’tuz zakaata wadzaalika diinul qoyyimah. Innal ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khoolidiina fiiha ulaa-ika hum syarrul bariyyah. Innal ladziina aamanuu wa’amilush shoolihaati ulaa-ika hum khoirul bariyyah. Jazaa-uhum ‘inda robbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihal anhaaru khoolidiina fiiha abadaa rodhiyalloohu ‘anhum warodhuu ‘anhu dzaalika liman khosyiya robbah.
Arti dari bacaan Surat Al-Bayyinah
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
(yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al Qur’an).
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
Padahal merek hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka_pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Makna Surat Al-Bayyinah Bagi Umat Islam
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةًفِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka ) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang bukti yang nyata. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus [al-Bayyinah ayat 1-3]
Makna yang Terkandung
Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang kafir dan juga penyembah berhala, (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan agama mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata yaitu datangnya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Kemudian ketika beliau datang dengan membawa al-Qur’an kepada mereka, sebagian mereka ada yang beriman dan meninggalkan agamanya dan ada sebagian lain yang mengikarinya.
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ
Dan orang-orang yang telah didatangkan al-kitab kepada mereka tidaklah berpecah belah melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. [al-Bayyinah ayat 4]
Sebelum Rasulullah diutus, kafir sepakat menunggu kedatangan beliau (untuk mengikutinya) karena beliau adalah Nabi akhir zaman penutup kenabian. Hal ini berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab mereka baik Taurat maupun Injil tentang akan diutusnya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul akhir zaman, akan tetapi ketika beliau datang, mereka pun berpecah belah, ada yang masuk Islam dan ada yang tetap kafir. Sebagaimana diriwayatkan oleh Salamah bin Sallâmah bin Waqsy Radhiyallahu anhu. bahwa: dulu kami mempunyai tetangga orang Yahudi dari bani Abdul Asyhal, dia selalu mengatakan kepada kaumnya yang menyembah berhala, tentang adanya hari kiamat, adanya hari kebangkitan manusia dari kuburnya, adanya hari perhitungan amal, dan adanya surga dan neraka. Perawi berkata,”Demi Allah Azza wa Jalla setelah beberapa tahun kemudian muncullah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sekarang ada di sisi kami. Kemudian kami beriman kepadanya, akan tetapi si Yahudi kufur dan mengingkarinya karena dengki dan hasad (karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dari kaumnya). Begitu juga kisah raja Romawi Heraclius ketika bertanya kepada Abu Sufyan –ketika masih kafir- tentang sifat-sifat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ajaran dan pengikutnya, guna mencocokkan hal tersebut dengan apa-apa yang telah ia dapatkan dari kitab agama Nasrani. Kemudian jika berita tersebut cocok, maka ia akan mengikutinya. Ternyata apa yang disampaikan Abu Sufyan cocok dengan apa yang ia dapatkan. Tetapi ketika datang surat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi seruan untuk memeluk Islam, dia menolaknya, karena takut kehilangan pamor dan ditinggalkan oleh rakyatnya. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam Shahîhain. Sedangkan penyembah berhala, mereka mengetahui kedatangan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari para dukun yang mempunyai khadam jin yang mencuri kabar dari langit sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Kemudian setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, para jin tersebut tidak bisa lagi mencuri kabar dari langit, karena para malaikat melemparinya dengan bintang-bintang. Mereka pun akhirnya mengetahui hal itu sebagai tanda bahwa Rasul yang dimaksud telah muncul.
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. [Al-Bayyinah ayat 5]
Makna yang terkandung
Ayat ini menjelaskan ayat sebelumnya bahwa mengapa mereka berpecah belah setelah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada mereka? bukankah dia adalah Rasul yang mereka tunggu-tunggu? Padahal (sebenarnya) mereka tidak diperintahkan baik di dalam kitab-kitab mereka dan seruan para Rasul mereka, maupun di dalam al-Qur’an dan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kecuali untuk menyembah Allah Azza wa Jalla semata dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya, dengan meninggalkan semua agama yang mereka ikuti dan memeluk agama Islam. Mereka juga diperintahkan untuk menunaikan shalat pada waktunya dengan memperhatikan tata cara, syarat dan rukunnya, serta diperintakan pula mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka untuk para fakir dan miskin. Dan itulah agama yang lurus yang mengantarkan seorang hamba untuk mendapatkan ridha-Nya dan surga yang abadi dan selamat dari siksa dan amarah-Nya
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِأُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya, mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. [Al-Bayyinah ayat :6-7]
Makna yang terkandung
Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menjelaskan keadaan orang-orang yang menyelisihi kitab-kitab-Nya dan para Rasul-Nya baik dari ahli kitab maupun orang-orang musyrik, bahwa mereka nanti pada hari kiamat akan dimasukkan ke neraka Jahannam dan mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk. Kemudian pada ayat berikutnya Allah Azza wa Jalla menjelaskan keadaan orang-orang shaleh yang telah beriman dengan hati mereka dan melakukan amal kebajikan dengan jasad mereka, bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk.
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada tuhan-Nya. [al-Bayyinah ayat :8]
Makna yang terkandung
Dalam ayat di atas Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa balasan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh di sisi Tuhan mereka nanti pada hari kiamat adalah surga ‘Adn, mereka menetap di sana selama-lamanya, tidak akan pernah keluar darinya, dan juga tidak akan mati. Di bawah pepohonan-nya terdapat sungai-sungai yang mengalir.
Allah Azza wa Jalla ridha terhadap ketaatan yang telah mereka lakukan di dunia.., begitu pula sebaliknya merekapun ridha terhadap pemberian Allah Azza wa Jalla berupa (nikmat) pahala dan kemuliaan, sebagai balasan atas perbuatan baik mereka ketika di dunia. Pemberian tersebut akan diberikan oleh Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat nanti kepada orang yang beriman dan beramal shaleh serta takut kepada Allah Azza wa Jalla ketika di dunia, baik di waktu sepi maupun terang-terangan, dengan terus melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Itulah tentang surat Al-Bayyinah yang menjelaskan tentang orang-orang kafir yang telah menolak apa yang mereka katakan. Bahwa Rasul dari Allah yaitu Nabi Muhammad SAW datang dan mereka enggan untuk mengakuinya.
(MZM)
