Alasan di Balik Keberagaman Ekonomi Setiap Orang

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari, banyak orang meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat kerja, mulai dari pedagang yang ke pasar, petani ke sawah, guru ke sekolah, dan lainnya. Mengapa demikian? Tujuannya adalah untuk mencari uang agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa ekonomi setiap orang berbeda?
Alasan di Balik Keberagaman Ekonomi Setiap Orang
Sebelum ke pembahasan alasan di balik keberagaman ekonomi setiap orang, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan ekonomi.
Secara etimologis, ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikonomia. Oikonomia berasal dari dua kata yaitu “Oikos” yang berarti “rumah tangga”, dan “Nomos” yang berarti “peraturan”. Sederhananya, ekonomi adalah ilmu yang memelajari cara manusia memenuhi kebutuhan dengan sumber daya yang tersedia.
Ilmu ekonomi juga dapat dipahami sebagai usaha dalam membuat suatu alternatif barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan hidup manusia yang tak terbatas.
Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi manusia karena membutuhkannya. Sedangkan keinginan adalah hasrat ataupun kehendak manusia. Keinginan terhadap sesuatu tidak harus dipenuhi karena tidak semua keinginan dapat dipenuhi manusia. Sebab, keinginan lebih luas dibandingkan kebutuhan.
Kebutuhan manusia akan semakin bertambah seiring dengan tingkat pendidikan, sosial, dan bertambahnya manusia. Kebutuhan manusia dapat diurutkan dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang segera dipenuhi dan kebutuhan yang dapat ditunda. Manusia akan menentukan urutan dalam memenuhi kebutuhannya. Skala prioritas akan digunakan jika alat pemuas kebutuhan terbatas, sedangkan kebutuhannya semakin banyak.
Kebutuhan dan Alat Pemuas Kebutuhan
Mengutip Buku Siswa Ekonomi SMA/MA Kelas 10 oleh Drs. Prayitno, MM., Ak, CA. (2021:4), kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar manusia dapat mencapai kepuasan. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam berbagai tingkatan sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan sesuai dengan tingkatannya sebagai berikut.
Menurut Kepentingannya
Kebutuhan primer: kebutuhan yang segera harus dipenuhi.
Contoh makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan, serta rasa aman.
Kebutuhan sekunder: kebutuhan yang tidak harus segera dipenuhi. Kebutuhan ini dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.
Contoh radio, jam tangan, televisi, pesawat telpon, gawai, dan lain-lain.
Kebutuhan tersier: kebutuhan manusia akan barang-barang mewah. Kebutuhan ini dapat dipenuhi jika kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Contoh parabola, mobil mewah, dan lain sebagainya.
Menurut Sifatnya
Kebutuhan jasmani: kebutuhan tubuh manusia agar dapat hidup sehat.
Contoh senam, jalan-jalan, bersepeda, olahraga, makan, minum, istirahat, dan vitamin tubuh.
Kebutuhan rohani: kebutuhan untuk jiwa dan batin manusia. Kebutuhan ini relatif bagi manusia karena kepuasan batin manusia berbeda-beda.
Contoh santapan rohani, curahan hati, rekreasi, bacaan santai, saran, nasihat, bimbingan konseling
Menurut Waktunya
Kebutuhan sekarang: kebutuhan yang dipenuhi saat ini dan tidak dapat ditunda.
Contoh kebutuhan transportasi akan sekolah dan pulang sekolah, kebutuhan jas hujan/payung saat kehujanan, kebutuhan minum setelah olahraga.
Kebutuhan yang akan datang: kebutuhan yang dapat dipenuhi saat mendatang.
Contoh asuransi, tabungan, investasi, dan lain sebagainya.
Menurut Subjeknya
Kebutuhan pribadi: kebutuhan yang dipenuhi secara perorangan dan diri sendiri.
Contoh kebutuhan helm saat mengendarai sepeda motor, kebutuhan akan kaca mata plus bagi orang bermata plus, kebutuhan alat tulis bagi siswa yang sedang sekolah.
Kebutuhan kelompok: kebutuhan yang dipenuhi untuk orang banyak dalam suatu komunitas.
Contoh lapangan sepak bola, lapangan basket, tempat ibadah, tempat rekreasi, sekolahan, dan lain sebagainya.
Meskipun kebutuhan memiliki peranan yang besar terhadap perbedaan ekonomi setiap orang, akan tetapi pengaruh terbesarnya ditentukan oleh keinginan mereka. Dengan keinginan yang semakin besar, maka kebutuhan ekonominya semakin meningkat.(MZM)
