Alasan Gelar Uswatun Hasanah Hanya Dimiliki Nabi Muhammad SAW

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang memiliki pengaruh besar dalam agama Islam. Sebab, beliau merupakan manusia yang menyebarkan agama Islam dan menerima wahyu dari Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga seorang insan yang terbaik dan memiliki budi pekerti yang paling luhur. Oleh sebab itu, beliau adalah sebaik-baiknya petunjuk. Inilah alasan yang membuat beliau mendapatkan gelar uswatun hasanah. Namun, mengapa hanya Nabi Muhammad yang bergelar uswatun Hasanah?
Alasan Gelar Uswatun Hasanah Hanya Dimiliki Nabi Muhammad SAW
Nisa’atun Nafisah dalam bukunya Air Mata Santri di Negeri Pesantren (2021) menjelaskan, uswatun hasanah memiliki arti teladan yang baik. Teladan yang dimaksud di sini adalah merujuk pada sifat Nabi Muhammad SAW yang sangat terpuji, sehingga dijadikan sebagai panutan bagi umat seluruh Islam. Nabi Muhammad SAW adalah sosok pilihan Allah SWT yang mendapat perintah untuk menyampaikan ajaran agama yang benar. Agama tersebut tidak lain adalah agama Islam.
Sifat-sifat yang terdapat pada diri Nabi Muhammad SAW yang layak diteladani seluruh umat Islam yakni:
Siddiq
Siddiq artinya jujur. Nabi Muhammad SAW sangat jujur, baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Nabi Muhammad SAW adalah cerminan dari perintah Allah SWT.
Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat taat kepada Allah SWT. Dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap baik terhadap Pencipta-Nya maupun kepada umatnya.
Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
Fathonah
Fathonah artinya cerdas. Para rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu kepada manusia yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh.
Dari sifat-sifat tersebut umat Muslim patut meniru dan mencontoh setiap kepibadian beliau. Sebagaimana firman Allah:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Azhab: 21)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut dalam tafsirnya,
“Ayat yang mulia ini merupakan fondasi/dalil yang agung dalam meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau. Orang-orang diperintahkan meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Ahzab, dalam kesabaran, usaha bersabar, istiqomah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Rabbnya. Semoga sholawat dan salam selalu dilimpahkan kepada beliau sampai hari pembalasan”
Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui alasan di balik dipilihnya Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan umat Muslim. Maka dari itu, kita selalu berusaha untuk mengikuti perbuatan dan perkataan beliau yang sesuai dengan Al-Quran dan sunnah.(MZM)
