Alasan Kenapa Uni Soviet Bubar menurut Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Uni Soviet bubar dan pecah menjadi 15 negara? Seperti yang diketahui, Uni Soviet adalah salah satu Negara yang cukup bersar dan jaya di masa lalu. Selain mempunyai wilayah yang luas, Negara ini juga termasuk wilayah yang jumlah populasinya cukup tinggi. Namun, karena ada berbagai faktor, Negara tersebut menjadi hancur pada tahun 1991. Lalu, apa yang menyebabkan Uni Soviet runtuh pada masa itu? Agar mendapatkan informasi yang kredibel, pastinya harus melihat dari sisi kacamata sejarah. Bagi kamu yang sudah penasaran, simak penjelasannya di artikel ini.
Alasan Kenapa Uni Soviet Bubar
Inilah beberapa sebab bubarnya Uni Soviet menurut sejarah yang perlu diketahui:
1. Kebijakan Ekonomi
Mengutip buku Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit para Komando oleh Hendro Subroto (2009), salah satu penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah karena faktor ekonomi.
Meskipun mempunyai ketahanan ekonomi nomor dua di dunia pada 1990, nyatanya Uni Soviet kekurangan pasokan konsumsi selama bertahun-tahun. Hal ini menyebabkan ekonomi pasar gelap di Uni Soviet sama dengan di atas 10 persen PDB negara.
Selain itu, Negara ini juga mengalami inflasi karena naiknya upah yang didukung dengan pencetakan uang. Harga minyak juga mengalami penurunan yang cukup tajam, sehingga membuat ekonomi minyak dan gas alam terpuruk.
2. Penguatan Militer
Saat Ronald Reagan menjadi presiden Amerika Serikat, Uni Soviet dipercaya untuk meningkatkan pertahanan militer. Kenaikan anggaran untuk riset dan pengembangan militer dinilai tidak setara dengan peningkatan kekuatan ekonomi di masa itu. Sedangkan, ahli teknologi dan wirausahawan yang seharusnya membantu meningkatkan perekonomian, justru diarahkan untuk memperkuat pertahanan militer.
3. Insiden Nuklir Chernobyl
Pada tahun 26 April 1986, insiden ledakan di reaktor Unit 4 pembangkit listrik Chernobyl, Pryp'yat terjadi (sekarang Ukraina). Bahkan, ledakan tersebut lebih kuat 400 kali dari bom Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945.
Sejumlah berita dari Barat justru disebut sebagai gosip oleh pemerintah Uni Soviet dan baru diakui 18 hari setelah bencana. Dampak radioaktif tersebut membuat korban-korban menjadi tidak percaya lagi dengan Uni Soviet.
4. Kebijakan Perestroika dan Glasnost
Mikhail Gorbachev selaku Sekjen Partai Komunis Uni Soviet di masa itu mengusung kebijakan glasnost dan perestroika. Glasnost diharapkan bisa memunculkan dialog dan keterbukaan, sedangkan perestroika diharapkan dapat mendukung kebijakan pasar bebas semu untuk industri milik negara.
Kebijakan tersebut justru mendorong munculnya kapitalisme dan komunisme yang kejam. Penerapan perestroika di masa itu melambungkan harga tanpa mengimbangi dengan layanan yang memadai, sehingga dinilai hanya menguntungkan pihak pemerintah.
Faktor-faktor yang dijelaskan di atas adalah penyebab utama runtuhnya Uni Soviet. Saat ini, Negara pecahan Uni Soviet terdiri dari 15 bagian, di antaranya yaitu Lituania, Estonia, Latvia, Azerbaijan, Rusia, Georgia, Uzbekistan, Belarus, Ukraina, Turkmenistan, Kazakstan, Armenia, Kirgistan, dan Tajikistan. (DLA)
