Alasan Lingua Franca disebut Embrio Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang digunakan oleh warga Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri disebut sebagau “lingua franca”. Lingua franca merupakan salah satu alasan mengapa Bahasa Melayu menjadi embrio Bahasa Indonesia, karena beberapa hal.
Lingua Franca adalah bahasa yg dipakai sebagai alat komunikasi di antara kelompok masyarakat yang mempunyai bahasa yang berlainan atau berbeda. Dikutip dari laman petabahasa.kemdikbud.go.id, lingua franca ini berasal dari bahasa Melayu.
Alasan mengapa Lingua Franca Bahasa Melayu menjadi Embrio Bahasa Indonesia
Lingua franca merupakan salah satu alasan mengapa Bahasa Melayu menjadi embrio Bahasa Indonesia, karena apa? Lingua franca menjadi bukti bahwa Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa perantara atau biasa dikenal sebagai bahasa pergaulan.
Dari hal tersebut terlihat bahwa Bahasa Melayu menjadi salah satu cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu merupakan Bahasa yang tanah asalnya berada di Pulau Sumatera.
Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan di seluruh nusantara. Sehingga pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, para pemuda menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Dengan sedikit modifikasi dan pengembangan, Bahasa Melayu kemudian diresmikan sebagai Bahasa Indonesia pada masa kemerdekaan.
Bahasa Melayu telah digunakan secara luas di berbagai wilayah Nusantara, terutama di pusat-pusat perdagangan seperti Malaka, Riau, dan pesisir Sumatera maupun Kalimantan.
Penggunaan Bahasa Melayu oleh para pedagang, pelaut, dan bahkan penyebar agama membuat bahasa ini mudah dikenali dan dipahami oleh banyak kalangan.
Struktur Bahasa Melayu yang sederhana, tidak mengenal tingkatan bahasa seperti dalam Bahasa Jawa, serta kosakatanya yang relatif mudah dikuasai, menjadikannya cocok sebagai bahasa perantara atau lingua franca.
Selain itu, Bahasa Melayu memiliki sifat adaptif dan fleksibel, sehingga mampu menyerap berbagai kosakata dari bahasa asing seperti Arab, Sanskerta, Portugis, Belanda, hingga Inggris.
Hal ini membuat Bahasa Melayu semakin kaya dan relevan digunakan dalam berbagai konteks sosial, budaya, dan keagamaan.
Penggunaannya yang luas di berbagai wilayah kepulauan Nusantara juga diperkuat oleh peran kerajaan-kerajaan maritim seperti Kesultanan Malaka dan Kesultanan Riau-Lingga, yang menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi pemerintahan dan pendidikan.
Baca Juga: Kunci Jawaban PKn Kelas 8 Halaman 104: Makna Sejarah Sumpah Pemuda
Jadi, lingua franca merupakan salah satu alasan mengapa Bahasa Melayu menjadi embrio Bahasa Indonesia, karena sistemnya yang sederhana dan digunakan sebagai alat komunikasi atau penghubung. (Umi)
