Konten dari Pengguna

Alasan Maulana Malik Ibrahim Mudah Diterima Dakwahnya oleh Masyarakat Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa. Foto: Unsplash/nizar kauzar
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa. Foto: Unsplash/nizar kauzar

Penyebaran Islam di Pulau Jawa salah satunya berkat ulama Wali Songo. Sosok Wali Songo pertama adalah Maulana Malik Ibrahim. Sebagai Wali Songo pertama, banyak orang yang bertanya tentang mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa.

Hal ini karena pada waktu tersebut masyarakat Jawa masih banyak yang memeluk agama Hindu atau Buddha. Sehingga, Maulana Malik Ibrahim harus mengatur strategi agar dakwahnya diterima masyarakat luas.

Mengapa Maulana Malik Ibrahim Mudah Diterima Masyarakat Jawa?

Illustrasi mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa. Foto: Unsplash/Mosquegrapher

Maulana Malik Ibrahim atau yang dikenal dengan Sunan Gresik adalah seorang ulama dari Kashan, Persia. Pada tahun 1371 M. Sunan Maulana Malik Ibrahim datang ke Pulau Jawa dengan saudaranya Maulana Mahpur, Sayid Yusuf Mahrabi, dan 40 orang pengiring.

Mereka datang ke Pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam sambil berdagang. Desa Sembalo menjadi daerah yang pertama kali dituju, sebuah tempat dekat desa Leran, Kabupaten Gresik, sekitar 9 kilometer dari arah utara Kota Gresik.

Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim mula-mula dengan berdagang, membuka toko, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dan menjualnya dengan harga murah, di dekat pelabuhan yang berlokasi di Desa Rumo.

Melalui kegiatan dagang Ia dapat berinteraksi dengan berbagai kalangan, pelaku jual-beli, pemodal , pemilik kapal dan pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas perdagangan.

Ia juga belajar bahasa daerah untuk mempermudah komunikasi, sehingga dalam waktu yang relatif singkat Maulana Malik Ibrahim dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat baik dalam menghadiri upacara-upacara perkawinan maupun acara-acara lainnya.

Lalu, apa jawaban dari pertanyaan mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa?

Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah oleh Suhailid (2020) jawaban dari pertanyaan tersebut yakni:

  • Santun dan dermawan dalam berdakwah. Sikap ini ditunjukkan ketika berdagang dengan menggelar pasar murah, dan selalu berbagi kepada fakir miskin. Kekayaannya diperuntukkan untuk berdakwah di jalan Allah Swt.

  • Melakukan dakwah secara bertahap atau tadrij. Dalam dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan agama Islam secara bertahap, tidak ada ajaran agama yang diberlakukan secara mendadak, semuanya melalui proses penyesuaian.

  • Gigih dan tangguh dalam berdakwah. Kegigihan dan ketangguhan dalam menyebarkan agama Islam terbukti dari perjalanan jauh, merantau dari tanah kelahirannya Kashan, Persia menuju tanah Jawa melalui jalur laut yang melelahkan.

  • Toleran dan selalu menjalin hubungan baik antar-sesama yang ditunjukkan pada masyarakat luas dan penguasa Majapahit menjadikannya sosok guru yang membuatnya diangkat menjadi penasehat raja dan menteri Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: 9 Nama Wali Songo beserta Nama Asli dan Asal Daerahnya

Demikianlah penjelasan tentang mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa. Sehingga, agama Islam dapat menyebar dengan cepat dan menjadi agama dengan pemeluk terbesar Pulau Jawa hingga Indonesia.(MZM)