Alasan Mengapa Kita Harus Melakukan Sujud Syukur

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika terhindar dari suatu musibah atau bahaya, biasanya umat muslim melakukan sujud syukur. Alasan mengapa kita harus melakukan sujud syukur salah satunya sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam.
Sujud syukur dapat dilakukan sewaktu-waktu dan secara spontan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud sah walaupun dilakukan tanpa berwudhu.
Mengapa Kita Harus Melakukan Sujud Syukur?
Dikutip dari buku Sujud Syukur karya Yusuf bin Abdul Aziz Ath-Thuraifi (2020), pertanyaan mengapa kita harus melakukan sujud syukur, bisa dijawab melalui definisi sujud syukur sendiri.
Sujud syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah Swt. karena memperoleh nikmat dari-Nya atau karena terhindar dari bahaya atau musibah.
Sujud syukur dilakukan saat hati dan pikiran menyadari betapa besar nikmat yang dianugerahkan oleh Allah Swt. Sujud syukur juga bisa dilakukan karena terhindar dari bahaya kesusahan yang besar.
Bahkan sujud syukur dapat dilakukan saat melihat penderitan orang lain dengan membandingkan penderitaan itu terhadap keadaan yang dialami.
Seperti sebuah Sabda Rasulullah Saw.,
فَعَنْ أَن بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ اوبُشِّرَ بِهِ خَرَسًا حِدَّ اشْكْر اللَّهِ تَعَالَى. (رواه ابوداود وابن ماجة والترمذي وحسنة)
Artinya: "Dari Abu Bakrah r.a. bahwa Nabi saw. apabila mendapat sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah beliau tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Ta'ala." (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi yang menganggapnya sebagai hadis hasan)
Nabi Muhammad Saw. dan pra sabahat juga melakukan sujud syukur. Alasannya adalah sebagai berikut:
Rasulullah Saw. melakukan sujud syukur ketika menerima surat tentang Hamadzan yang memeluk agama Islam.
Abu Bakar Ash-Shiddiq melakukan sujud syukur ketika mendengar kematian Musailamah Al-Kadzab (nabi palsu).
Ka'ab bin Malik melakukan sujud syukur ketika mendengar berita bahwa taubatnya diterima oleh Allah Swt.
Ali bin Abi Thalib melakukan sujud syukur ketika menemukan mayat Dzats Tsudaiyah di antara orang-orang Khawarij yang tewas terbunuh.
Ulama mazhab Syafiah dan Hambaliah berpendapat, bahwa hukum sujud syukur adalah sunnah. Hal ini sesuai dengan bunyi Hadits Rasullulah Saw. yang artinya:
“Dari Abi Bakrah ia berkata: bahwasannya Nabi Muhammad Saw. apabila mendapatkan sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah tunduk dan sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Swt.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majjah dan At-Tirmidzi).
Baca Juga: Keutamaan Surat Ar Rahman untuk Meningkatkan Rasa Syukur
Demikian alasan mengapa kita harus melakukan sujud syukur. Sujud syukur sebagai bentuk berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya. (Umi)
