Alasan Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan ideologi rakyat Indonesia yang nilainya sudah dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat sejak dahulu. Pancasila adalah sistem filsafat. Mengapa Pancasila merupakan sistem filsafat?
Pancasila memiliki peran yang krusial bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu materi mengenai Pancasila sudah diajarkan sedini mungkin. Simak alasan Pancasila disebut sebagai sistem filsafat berikut ini.
Baca juga: Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Dikutip dari Filsafat dan Ideologi Pancasila: Teori, Kajian dan Isu Kontemporer oleh Wartoyo (2020), filsafat adalah telaah kritis yang dilakukan terhadap metode pengkajian ilmu tertentu, secara empiris maupun rasional. Filsafat melakukan dua hal dalam kehidupan manusia:
Membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta lantas menyajikannya bagi landasan keyakinan dan tindakan.
Memeriksa berbagai hal yang bisa disajikan sebagai landasan dan tindakan, secara kritis.
Alasan Pancasila disebut sebagai sistem filsafat didasari oleh beberapa hal sebagai berikut:
Sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Saat itu Soekarno memberi judul pidatonya dengan “Philosofische Grondslag (Filsafat Negara) daripada Indonesia Merdeka. Cuplikan pidato tersebut adalah:
“Paduka Tuan Ketua yang mulia, saya mengerti apa yang Ketua kehendaki! Paduka Tuan Ketua minta dasar, minta Philosofische Grondslag, atau jika kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, Paduka Tuan Ketua yang mulia minta suatu Weltanschauung, di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu.”
Noor Bakry menyebutkan bahwa Pancasila adalah hasil perenungan mendalam yang dilakukan oleh para tokoh kenegaraan Indonesia. Hasil pemikiran ini disusun sehingga sesuai dengan ciri-ciri pemikiran filsafat, yakni koheren, logis, inklusif, mendasar, dan spekulatif.
Sastrapratedja berpendapat bahwa Pancasila menjadi ideologi negara. Pancasila adalah suatu dasar politik yang berperan dalam mengatur dan mengarahkan segala kegiatan terkait hidup kenegaraan.
Filsafat Pancasila berarti suatu refleksi filosofis mengenai Pancasila sebagai dasar kehidupan masyarakat dan negara.
Esensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat
1. Hakikat Sila Ketuhanan
Terletak pada keyakinan bahwa Tuhan merupakan prinsip utama yang ada pada kehidupan semua makhluk. Kondisi ini melahirkan kebebasan yang bertanggung jawab bagi semua orang.
2. Hakikat Sila Kemanusiaan
Terletak pada sifat manusia yang monopluralis, yakni terdiri dari susunan kodrat (jiwa dan raga), sifat kodrat (makhluk individu dan sosial), serta kedudukan kodrat (makhluk pribadi yang otonom sekaligus makhluk Tuhan).
3. Hakikat Sila Persatuan
Berada pada adanya semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan ini diwujudkan pada perasaan cinta pada tanah air, baik pada tanah air riil, tanah air formal, dan tanah air mental.
4. Hakikat Sila Kerakyatan
Terletak pada prinsip musyawarah yang mengakar pada usaha pengambilan keputusan dengan berdasarkan pada semangat musyawarah untuk mufakat, dan bukannya membenarkan pendapat mayoritas begitu saja, tanpa mempedulikan pendapat minoritas.
5. Hakikat Sila Keadilan
Diwujudkan dalam tiga aspek yaitu keadilan distributif, legal, dan komutatif. Keadilan distributif adalah bentuk keadilan yang sifatnya membagi dari negara kepada warga negara. Keadilan legal merujuk pada kewajiban warga negara terhadap negara atau keadilan bertaat.
Keadilan komutatif adalah keadilan yang dibangun antara sesama warga negara.
Sekian alasan mengapa Pancasila merupakan sistem filsafat. Pancasila harus selalu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (KRIS)
