Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam. Sumber: Unsplash/Noorulabdeen Ahmad
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam. Sumber: Unsplash/Noorulabdeen Ahmad

Mengapa toleransi dalam akidah atau ibadah tidak dianjurkan dalam Islam? Di dunia ini, tidak semua orang menganut agama Islam. Hal tersebut wajar sehingga sikap toleransi harus diutamakan.

Toleransi antarumat beragama sangat dibutuhkan untuk menjaga kedamaian dalam masyarakat. Meskipun demikian, ada batasan untuk toleransi dalam Islam yang wajib dipahami.

Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam?

Ilustrasi untuk Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam. Sumber: Unsplash/Malik Shibly

Mengutip dari Moderasi beragama dalam Bingkai Keislaman di Indonesia, Rohman (2021:20), toleransi adalah sebuah keniscayaan bagi masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.

Toleransi harus memberikan nilai positif untuk kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai perbedaan serta keragaman tersebut. Toleransi adalah sikap menerima perbedaan termasuk perbedaan agama, kemudian memberi ruang untuk saling menghormati dan membiarkan umat beragama lain beribadah sesuai kepercayaannya.

Namun, umat Islam harus paham bahwa ada batasan untuk toleransi dalam akidah dan ibadah. Mengapa toleransi dalam akidah atau ibadah tidak dianjurkan dalam Islam? Toleransi adalah saling menghormati, bukan mengikuti pelaksanaan ibadah agama lain.

Hal ini telah ditegaskan dalam surat Al-Kafirun ayat 6.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ

lakum dînukum wa liya dîn

Artinya: “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Jadi, toleransi dalam Islam sangat dianjurkan, namun tidak boleh bertoleransi dalam hal akidah dan ibadah.

Bentuk-Bentuk Toleransi dalam Islam

Ilustrasi untuk Mengapa Toleransi dalam Akidah atau Ibadah Tidak Dianjurkan dalam Islam. Sumber: Unsplash/Hanna Morris

Setiap Muslim harus bisa bertoleransi kepada umat beragama lain. Berikut beberapa bentuk toleransi dalam Islam sebagai contoh.

1. Berbuat Adil Kepada Siapa Saja

Umat Muslim harus berbuat adil kepada siapa saja, termasuk kepada umat non Muslim yang tidak memerangi Islam. Allah Swt. menyukai orang-orang yang bisa berbuat adil.

2. Menghormati Agama Masing-Masing

Bentuk toleransi selanjutnya adalah menghormati agama masing-masing. Setiap Muslim harus memahami bahwa Tuhan yang disembah agama lain pastinya berbeda dengan Tuhan umat Islam. Begitu juga dengan pelaksanaan ibadah umat lain yang berbeda dengan ibadah umat Islam.

Umat Islam tidak boleh memaksakan orang lain untuk memeluk agama Islam. Selain itu, Muslim juga tidak seharusnya mengganggu atau menghina orang lain yang memiliki kepercayaan berbeda.

Baca juga: 6 Cara Mengembangkan Sikap Toleransi Antarumat Beragama

Mengapa toleransi dalam akidah atau ibadah tidak dianjurkan dalam Islam? Alasannya telah dijelaskan dalam surat Al-Kafirun ayat 6. (KRIS)