Konten dari Pengguna

Alasan Negara-negara ASEAN Merencanakan ASEAN Drug Free 2015

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015. Sumber: unsplash.com

Di era globalisasi seperti sekarang ini, masyarakat dapat lebih mudah melakukan komunikasi dan mobilisasi dengan banyaknya transportasi umum yang tersedia. Makanya, tidak heran jika era globalisasi juga kerap disebut sebagai dunia tanpa batas. Sayangnya, adanya globalisasi juga dapat meningkatkan peredaran perdagangan narkoba di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Hal inilah yang membuat ASEAN akhirnya mencanangkan adanya ASEAN Drug Free 2015. Lantas, mengapa negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015?

Alasan Negara-Negara ASEAN Merencanakan ASEAN Drug Free 2015

Mengapa negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015. Sumber: unsplash.com

Meningkatkan kejahatan narkoba di berbagai negara sudah pasti dapat mengancam keselamatan, keamanan, dan juga kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang kemudian mendorong Indonesia untuk bekerja sama dengan negara ASEAN lainnya untuk menyusun langkah dalam mencapai ASEAN Drug Free 2015.

Adapun mengutip dari laman resmi Kemenlu.go.id, ASEAN adalah organisasi geopolitik dan ekonomi di negara-negara kawasan Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok, Thailand pada 8 Agustus 1967. Lantas, mengapa negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015?

Jadi, negara-negara ASEAN merencanakan ASEAN Drug Free 2015 untuk saling menukah informasi dalam hal rehabilitas, pencegahan, dan juga penegakan hukum terkait dengan masalah narkoba di negara tersebut.

Dengan adanya program ASEAN Drug Free 2015 ini, Indonesia memiliki peran sebagai berikut.

  • Melakukan penyuluhan dan penerangan kepada para siswa/pelajar menengah, dan mahasiswa.

  • Membentuk dan meningkatkan keterampilan Kader Anti Narkoba dengan mendirikan Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Narkoba.

  • Melakukan tes uji narkoba (tes urin) dimulai dari pendidikan menengah dan kampus.

  • Menyelenggarakan kegiatan pagelaran seni di Malaysia, Hongkong, Singapura dan Korea Selatan.

  • Meningkatkan akses komunikasi antara BNN dan masyarakat dengan membuka layanan Suara Masyarakat.

Melihat pentingnya program tersebut demi meminimalisir peredaran narkoba di kawasan Asia Tenggara, tentu tidak heran jika Indonesia sangat bersungguh-sungguh dalam mewujudkan program ASEAN Drug Free 2015 ini. Apalagi program tersebut juga berkaitan erat dengan generasi muda Indonesia agar tidak terjebak dalam dunia gelap akibat narkoba tersebut. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda. (Anne)