Konten dari Pengguna

Alasan pada Waktu Dihitung Amal Manusia Tidak Ada Seorangpun yang Dapat Menipu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan manusia tidak bisa berbohong pada saat yaumul hisab atau hari perhitungan, sumber foto Andri Helmansyah on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan manusia tidak bisa berbohong pada saat yaumul hisab atau hari perhitungan, sumber foto Andri Helmansyah on Unsplash

Dalam rukun iman sebagai umat Islam kita harus iman kepada hari akhir dan mempercayai bahwa ada alam gaib yang berhubungan dengan hari akhir. Yang dimaksud dengan alam gaib seperti alam barzah, ba’as, mahsyar, hisab, mizan, surga dan neraka. Salah satu alam gaib adalah yaumul hisab atau hari perhitungan, lalu mengapa pada waktu dihitung amal manusia tidak ada seorang pun yang dapat menipu? Berikut penjelasannya secara lengkap.

Sebelum masuk ke pembahasan tersebut, mari kita pahami terlebih dahulu bahwa manusia sendiri akan melewati tiga macam kehidupan semenjak lahir sampai nanti kekal di akhirat. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya Masan AF, (2002) tiga macam kehidupan tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, kehídupan di dunia, yaitu kehidupan sebagaimana yang sedang kita alami sekarang. Pada kehidupan di dunia ini manusia mengalami bahagia atau sengsara, senang atau susah, jasmani dan rohani.

Kedua, kehidupan di alam barzah. Dalam kehidupan yang kedua ini ruh manusia telah terpisah dari badannya. Ruh manusia ini akan mengalami siksaan dan kenikmatan.

Ketiga, kehidupan di akhirat, yakni suatu kehidupan di mana ruh-ruh yang telah dipisahkan dari badannya jasadnya akan disatukan kembali. Sebagaimana kehidupan di dunia.

Baca juga: 6 Rukun Iman yang Wajib Dihafal dan Dipahami oleh Umat Muslim

Alasan pada Waktu Dihitung Amal Manusia Tidak Ada Seorangpun yang Dapat Menipu

Ilustrasi alasan manusia tidak bisa berbohong pada saat yaumul hisab atau hari perhitungan, sumber foto Faseeh Fawaz on Unsplash

Setelah manusia mati maka akan berada di alam gaib, dalam ajaran Islam manusia akan dihitung amal perbuatannya selama di dunia. Hari perhitungan sendiri disebut yaumul hisab. Pada hari itu semua amal perbuatan manusia selama di dunia akan diperhitungkan. Semua perbuatan manusia dicatat dalam buku (laporan).

Semua orang dapat mengetahui isi buku laporan itu, walaupun orang tersebut tidak dapat membaca. Laporan itu diberikan kepada masing-masing orang dalam posisi yang berbeda. Ada yang menerima dari sebelah kanan dan ada yang menerima dari sebelah kiri. Ada yang menerima dengan wajah yang gembira, dan ada pula yang menerima dengan wajah penuh ketakutan.

Pada hari perhitungan manusia tidak ada yang bisa menipu perhitungan dari Allah SWT, pasalnya yang dapat menipu hanya mulut kita sedangkan pada waktu perhitungan amal yang berbicara bukan mulut kita akan tetapi anggota tubuh.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Allah SWT melalui firmannya pada surat Yasin ayat 65 yang artinya sebagai berikut:

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan."

Demikian adalah pembahasan mengenai alasan mengapa pada waktu dihitung amal manusia tidak ada seorangpun yang dapat menipu . (WWN)