Konten dari Pengguna

Alasan Pemberontakan Westerling Memakai Nama Perang Ratu Adil

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pemberontakan Westerling Memakai Nama Perang Ratu Adil karena, Foto Unsplash Hasan Almasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemberontakan Westerling Memakai Nama Perang Ratu Adil karena, Foto Unsplash Hasan Almasi

Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang. Bahkan setelah Indonesia merdeka, masih ada banyak sejarah yang patut untuk dipelajari seperti Pemberontakan Westerling. Pemberontakan Westerling memakai nama Perang Ratu Adil karena ingin memperoleh simpati dari bangsa Indonesia.

Westerling sendiri adalah seorang petinggi militer dari Belanda. Lantas, mengapa ia melakukan pemberontakan di Indonesia? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pemberontakan Westerling Memakai Nama Perang Ratu Adil karena Ingin Mendapat Simpati

Telah disinggung sebelumnya bahwa Westerling menggunakan nama Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA dalam pemberontakannya agar memperoleh simpati karena pada zaman dahulu, terdapat ramalan bahwa akan ada “Ratu Adil” yang dapat menyelamatkan bangsa Indonesia.

Sebenarnya ada orang lain selain Westerling dalam pemberontakan tersebut. Berdasarkan buku TOP NO. 1 Ulangan Harian Kelas 9: Pilihan Cerdas Menjadi Bintang Kelas oleh Tim Guru Indonesia (2015:450), Pemberontakan APRA dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling dan Sultan Hamid II.

Pemberontakan ini terjadi di Bandung pada tanggal 23 Januari 1950. Pemberontakan ini dilakukan oleh para tentara KNIL yang dipimpin oleh Westerling itu sendiri.

Ilustrasi Pemberontakan Westerling Memakai Nama Perang Ratu Adil karena, Foto Unsplash Duncan Kidd

Tujuan dari adanya pemberontakan ini adalah agar dapat melancarkan kepentingan ekonomi di Indonesia dengan mempertahakan bentuk negara federal di bawah RIS.

Sebelumnya, Westerling sudah mengirim surat ultimatum kepada pemerintah RIS jika tidak ingin terjadi pertempura. Namun Moh. Hatta selaku Wakil Presiden mengeluarkan perintah agar Westerling ditangkap. Itulah mengapa, Westerling mempecepat pemberontakannya di Bandung.

Akhir Pemberontakan Westerling

Akibat Westerling melakukan penyerangan di Bandung, ada 94 tentara Indonesia termasuk Letnan Kolonel Lembong tewas. Selain itu, pemberontakan ini juga berakibat pada kondisi keuangan Indonesia hingga keamanan rakyatnya.

Di sisi lain, Westerling beserta pasukannya gagal dalam pemberontakan tersebut. Westerling pun kabur ke Belanda dan Sultan Hamid II berhasil ditangkap. Pada bulan Februari 1950, APRA secara resmi tidak lagi beroperasi.

Meskipun mengalami tragedi yang memilukan akibat pemberontakan ini, bangsa Indonesia semakin semangat dalam mempertahankan keutuhan Indonesia. Rasa saling memiliki yang dimiliki oleh mereka pun semakin tinggi.

Jadi, alasan Pemberontakan Westerling menggunakan nama APRA adalah agar memperoleh simpati bangsa Indonesia. Namun pada akhirnya, pemberontakan tersebut berhasil ditumpas. (LOV)