Konten dari Pengguna

Alasan Remaja Sebaiknya Mengontrol Diri Saat Masa Pubertas

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Kita Sebaiknya Mengontrol Diri Saat Masa Pubertas?  Sumber Unsplash/Eliott Reyna
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Kita Sebaiknya Mengontrol Diri Saat Masa Pubertas? Sumber Unsplash/Eliott Reyna

Mengapa kita sebaiknya mengontrol diri saat masa pubertas? Pertanyaan ini menjadi salah satu 'ice breaking' saat berhadapan dengan remaja.

Masa remaja merupakan tahap dalam pencarian jati diri. Pada fase ini terjadi ketidakstabilan, sehingga remaja tidak mampu mempelajari dan membedakan antara yang baik dan buruk.

Mengapa Kita Sebaiknya Mengontrol Diri Saat Masa Pubertas?

Ilustrasi Mengapa Kita Sebaiknya Mengontrol Diri Saat Masa Pubertas? Sumber Unsplash/Rich Smith

Masa remaja sering disebut dengan periode keguncangan dan kebimbangan. Diambil dari buku Parenting Your Adult Children, Ferlita Sari (2022:40), berikut adalah alasan mengapa kita sebaiknya mengontrol diri saat masa pubertas.

Pada otak manusia, ada suatu bagian yang disebut prefrontal korteks. Bagian ini terletak di otak bagian depan.

Fungsi prefrontal korteks adalah untuk merencanakan sesuatu, melakukan analisa, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengontrol diri, menimbang konsekuensi, dan sebagainya.

Prefrontal konteks atau biasa disebut dengan PFC ini, terutama berkembang di masa pubertas, dan menjadi hampir sempurna di usia kurang lebih 25 tahun.

Perkembangan PFC yang belum sempurna membuat remaja belum dapat dengan matang mengambil keputusan, dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang diambilnya.

Tanpa adanya kemampuan mengontrol diri dari remaja, maka banyak tindakan yang akan bersifat impulsif, kurang dipertimbangkan secara matang, dan lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan.

Kematangan otak bagian depan ini tentunya akan membuat remaja mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan, mampu merencanakan dan menimbang konsekuensi.

Di sisi lain, kemungkinan mereka untuk berbeda sudut pandang dan pendapat dengan orang lain juga menjadi semakin besar.

Mereka sudah lebih dapat berargumentasi dengan pemikiran yang logis. Hal ini juga membuat kemungkinan untuk terjadi perdebatan dengan orang tua semakin besar.

Mereka yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima, akan terseret pada perilaku kenakalan remaja.

Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Baca juga: 3 Ciri Pubertas pada Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki

Mengapa kita sebaiknya mengontrol diri saat masa pubertas? Perilaku kenakalan remaja dapat berasal dari faktor internal, yaitu kontrol diri yang lemah di masa remaja yang penuh dengan ketidakstabilan. (DK)