Konten dari Pengguna

Alasan Tumbuhan Monokotil Tidak Mempunyai Kambium dan Tidak Alami Pertumbuhan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan. Foto: Unsplash/Johann Siemens
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan. Foto: Unsplash/Johann Siemens

Monokotil merupakan salah satu jenis tumbuhan. Ada beberapa ciri khas tumbuhan monokotil dengan dikotil, salah satunya tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan.

Ternyata terdapat alasan di balik tumbuhan ini tidak mempunyai kambium. Hal tersebut yang menyebabkan tumbuhan monokotil tidak bisa menebalkan batangnya.

Penjelasan Tumbuhan Monokotil Tidak Mempunyai Kambium Sehingga Tidak Mengalami Pertumbuhan

Ilustrasi tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan. Foto: Unsplash/Daniel Öberg

Dikutip dari buku Taksonomi Tumbuhan II oleh Metilistina Sasinggala, (2023), monokotil berasal dari kata mono yang artinya satu atau tunggal dan kotiledon bermakna keping biji. Sehingga, monokotil adalah tumbuhan yang memiliki satu keping atau daun biji.

Tumbuhan monokotil memiliki beberapa ciri-ciri:

  • Berkeping biji tunggal atau satu mempunyai berkas vaskuler (pembuluh angkut) yang terdapat di batang yang bertipe kolateral tertutup.

  • letak dari xilem dan floem tersebar atau tidak teratur. Umumnya pada batang dan akar tidak mempunyai kambium sehingga tidak bisa terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak akan tumbuh membesar. Akan tetapi, ada juga tumbuhan monokotil yang berkambium, seperti sisal (agave sisalana).

  • Umumnya pada batang tidak bercabang, mempunyai rambut-rambut halus, dan ruas-ruas pada batang tampak jelas berakar serabut

  • Ujung akar dilindungi oleh sebuah koleoriza dan ujung batang dilindungi oleh koleoptil

Tumbuhan monokotil umumnya berdaun tunggal, kecuali pada kelompok kalem. pada urat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.

Bagian bunga terdiri atas kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari tersebut berjumlah tiga atau kelipatan tiga

Secara anatomi, baik pada bagian batang maupun akar tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan menyamping. Artinya, tumbuhan monokotil hanya berkembang ke atas atau memanjang saja.

Kambium sendiri merupakan jaringan meristem yang terdapat antara xilem dan floem. Dampaknya, tumbuhan akan mengalami pertumbuhan sekunder atau diameter akan terus bertambah.

Sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium karena pertumbuhan terutama terjadi pada perpanjangan batang (pertumbuhan primer), dan berkas pengangkut (xilem dan floem) tersebar di seluruh batang.

Famili dan Contoh Tumbuhan Monokotil

Ilustrasi tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan. Foto: Unsplash/Valentin Balan

Terdapat beberapa famili dan contoh dari tumbuhan monokotil, seperti:

  • Liliaceae dengan contoh kembang sungsang

  • Poaceae atau Graminae seperti padi, alang-alang, dan jagung

  • Zingiberaceae misalnya jahe, lengkuas, dan kencur

  • Musaceae seperti pisang

  • Orchidaceae contoh tumbuhannya adalah anggrek

  • Arecaceae seperti tumbuhan kelapa dan palem

Baca Juga: 5 Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Sekarang sudah tahu alasan tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan bukan? Sehingga sekarang tidak bingung lagi kenapa ada tumbuhan yang bisa tumbuh tinggi namun tidak memiliki batang yang lebar. (MZM)