Amalan yang Paling Berat Timbangannya pada Hari Akhir namun Mudah Diamalkan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amalan yang paling berat timbangannya pada hari akhir adalah akhlak yang baik. Selain itu, terdapat pula amalan yang dapat dikerjakan dengan mudah, tetapi dapat memberatkan timbangan amalan baik di hari hisaban nanti.
Amalan tersebut adalah mengerjakan dzikir sebanyak-banyaknya atau mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Amalan-amalan ini dibahas dalam berbagai dalil baik Alquran maupun hadis.
Macam-Macam Amalan yang Paling Berat Timbangannya pada Hari Akhir
Mengutip dari dalam buku berjudul Ensiklopedia Kiamat, TIM GIP (2020: 227), Rasulullah bersabda bahwa amalan yang paling berat timbangannya nanti di akhirat adalah akhlak manusia. Hal ini selaras dengan yang dijelaskan dalam hadis yang berbunyi berikut ini.
“مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ.”
Artinya: “Tidak ada sesuatu apapun yang paling berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat nanti daripada akhlak yang mulia. Sesungguhnya Allah sungguh membenci orang yang berkata kotor lagi jahat.” (Shahih, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (4/2002))
Terdapat pula lima perkara yang akan memberatkan timbangan seseorang di akhirat yaitu beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, iman kepada surga dan neraka, beriman kepada hari kebangkitan setelah kematian, dan adanya hari hisaban.
Selain itu, ada sesuatu amalan yang akan memberatkan timbangan selain akhlak yang baik, yaitu memperbanyak dzikir dan tasbih. Amalan ini dinilai sangat mudah untuk dikerjakan, tetapi dapat membantu memberatkan timbangan kebaikan. Hal ini selaras dengan yang dibahas dalam hadis yang berbunyi.
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Artinya: “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694)
Orang-orang yang timbangan kebaikannya berat, maka termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung. Hal tersebut juga dijelaskan dalam ayat Alquran berikut ini.
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (8) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (9)
Artinya: “Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9).
Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar dan Cara Mengamalkannya
Dengan mengetahui apa amalan yang paling berat timbangannya pada hari akhir adalah akhlak yang baik beserta malan yang mudah dikerjakan dan dapat membantu memberatkan timbangan, umat Islam dapat mengamalkannya selama hidup di dunia. (DAP)
