Analisis Break Even Point, Apa Fungsinya?

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Analisis Break Even Point sangat dibutuhkan oleh pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Break Even Point dikenal juga dengan sebutan titik impas. Titik impas dibutuhkan oleh perusahaan, sebab dapat digunakan untuk menganalisis biaya produksi dan laba yang diterima.
Menurut Bustami dan Nurlela dalam buku berjudul Akuntansi Biaya, titik impas dapat diartikan sebagai suatu cara atau teknik yang digunakan oleh seorang manajer perusahaan untuk mengetahui pada volume (jumlah) penjualan dan volume produksi berapakah suatu perusahaan yang bersangkutan tidak menderita kerugian dan tidak memperoleh laba (2007:208).
Analisis titik impas dalam sebuah bisnis bertujuan untuk menekan biaya operasional serta produksi. Penekanan biaya produksi dan operasional dilakukan agar dapat mendapatkan laba atau untung, tanpa menurunkan kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Selain itu, titik impas bertujuan untuk mempertahankan tingkat harga suatu barang yang diproduksi oleh perusahaan. Lalu apa fungsi dari analisis titik impas bafu sebuah perusahaan? Yuk simak penjelasannya!
Fungsi Analisis Break Even Point (BEP)
BEP atau titik impas berfungsi untuk menganalisis suatu perubahan harga jual, besar tingkat produksi, serta harga pokok suatu barang. Analisis ini juga dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghitung jumlah laba atau penjualan minimum agar perusahaan tidak mengalami defisit.
Break Even Point memiliki fungsi untuk menghitung target keuntungan dari jumlah penjualan yang sebelumnya telah direncanakan. Hal tersebut dilakukan agar produksi tetap mendapatkan keuntungan. Analisis ini digunakan untuk mengukur serta mempertahankan tingkat produksi dan penjualan agar tidak lebih kecil dari titik impas.
Rumus Analisis Break Even Point (BEP)
Titik impas memiliki tiga komponen utama, yakni fixed cost, variable cost, serta selling price. Sementara itu, terdapat dua rumus untuk menghitung titik impas. Berikut rumusnya.
Break Even Point dalam Rupiah Rumus ini digunakan untuk mengetahui banyaknya rupiah atau laba yang harus diterima agar mendapatkan titik impas. BEP= FC/[1-(VC/S0)]
Break Even Point dalam Unit Sementara rumus ini digunakan untuk mengetahui banyaknya barang atau jasa yang harus diproduksi untuk mencapai break even point (BEP) BEP=FC/(P-VC) Keterangan: FC: Fixed Cost P: Price per unit VC: Variable Cost S: Sales Volume
Itulah fungsi dan rumus analisis break even point yang harus diketahui oleh pengusaha. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah wawasan mengenai manajemen suatu perusahaan.
(RYFA)
