Konten dari Pengguna

Analisis Majas dalam Puisi Seranada Hijau Karya WS Rendra

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi karya WS Rendra. Foto: unsplash.com/alvaroserrano
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi karya WS Rendra. Foto: unsplash.com/alvaroserrano

Majas apa saja yang ada dalam puisi Serenada Hijau karya WS Rendra? Pertanyaan tersebut sering kali ditanyakan para siswa sebagai salah satu tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Willibrordus Surendra Bawana Rendra atau yang biasa dikenal sebagai WS Rendra adalah salah seorang penyair kenamaan dari Solo yang lahir pada tanggal 7 November 1935. Sejak muda, ia gemar menulis cerpen, esai, skenario drama, dan hingga puisi. Banyak sekali puisi yang telah WS Rendra ciptakan, misalnya saja Seranada Hijau. Berikut analisis majas dalam puisi Serenada Hijau karangan WS Rendra.

Analisis Majas dalam Puisi Seranada Hijau Karya WS Rendra

Sebelum membahas majas dalam puisi Serenada Hijau karya WS Rendra, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan majas.

Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia karya Nur Indah Sholikhati (2019:101), majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias ataupun konotasi.

Serenada Biru

karya WS Rendra

Kupacu kudaku.

Kupacu kudaku menujumu.

Bila bulan

menegur salam

dan syahdu malam

bergantung di dahan-dahan.

Menyusuri kali kenangan

yang berkata tentang rindu

dan terdengar keluhan

dari batu yang terendam

Kupacu kudaku.

Kupacu kudaku menujumu.

Dan kubayangkan

sedang kau tunggu daku

sambil kau jalin

rambutmu yang panjang

Ilustrasi puisi Serenada Hijau karya WS Rendra. Foto: unsplash.com/dearseymour

Adapun majas dalam puisi di atas sebagai berikut:

Majas Anafora

Majas anafora adalah majas penegasan yang terdapat pengulangan kata pada kalimatnya.

Majas anafora pada puisi Serenada Biru terletak pada bait:

Kupacu kudaku.

Kupacu kudaku menujumu

Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat layaknya manusia.

Majas personifikasi pada puisi Serenada Biru terletak pada bait:

Bila bulan

menegur salam

dan syahdu malam

bergantung di dahan-dahan.

Menyusuri kali kenangan

yang berkata tentang rindu

dan terdengar keluhan

dari batu yang terendam.

Itulah dia majas dalam pusisi Serenada Hijau karya WS Rendra. Sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana aplikasi dari majas bukan? Kamu juga bisa mencari dari puisi atau karya sastra lainnya untuk memperdalam materi bahasa Indonesia yang satu ini.(MZM)