Anatomi dan Cara Kerja Telinga sebagai Indra Pendengaran

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai indra pendengaran yang penting bagi manusia, ternyata cara kerja telinga tidaklah sederhana. Terdapat proses yang cukup panjang, mulai dari bagaimana suara di sekitar bisa ditangkap sampai dengan otak bisa mengenali suara tersebut.
Anatomi dan Cara Kerja Telinga
Sebelum kita memahami mengenai cara kerja telinga, sebaiknya ketahui lebih dulu anatominya.
Seperti dikutip dari buku Anatomi Fisiologi, Mustika Pramestiyani, (2022), anatomi telinga terbagi menjadi 3 bagian utama, yakni:
Telinga bagian luar yang terdiri dari daun telinga dan liang telinga
Telinga bagian tengah. Bagian ini meliputi tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes)
Telinga bagian dalam yang meliputi koklea, vestibulum, dan 3 saluran berbentuk semisirkular atau setengah lingkaran
Cara Kerja Telinga
Perlu kita ketahui bahwa ternyata cara kerja telinga sebagai indra pendengaran dimulai saat organ telinga bagian luar, yaitu daun telinga, mampu menangkap suara di sekitar.
Suara tersebut lantas akan masuk ke telinga bagian tengah melalui liang telinga. Saat akhirnya suara tersebut sudah masuk, suara akan diubah menjadi getaran yang disalurkan ke tulang pendengaran dengan bantuan gendang telinga.
Getaran inilah yang nantinya akan mampu menggerakkan tulang-tulang kecil di dalam telinga bagian tengah untuk membantu menggerakkan suara masuk ke telinga bagian dalam. Getaran tersebut kemudian akan mengenai koklea atau rumah siput, rambut dalam saluran semisirkular lalu akan terus bergerak dan menciptakan sinyal ke otak.
Proses inilah yang menyebabkan otak jadi mampu mengenali getaran sebagai suara. Dari adanya proses dan cara kerja telinga ini jugalah, manusia menjadi bisa mendengarkan berbagai macam suara, mulai dari suara yang paling pelan seperti bisikan, suara dengan volume sedang, sampai dengan yang paling berisik sekalipun.
Menjaga Kebersihan Telinga
Agar cara kerja telinga bisa menjadi optimal, kita perlu menjaga kebersihannya dengan benar. Selain itu, sebisa mungkin, jangan lakukan beberapa hal yang dapat merusak fungsi dan mengurangi cara kerja telinga, seperti mendengarkan musik atau suara yang terlalu keras, menggunakan earphone atau headset terlalu sering, dan kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda asing, seperti kuku, ujung jepit rambut, bahkan peniti atau klip kertas.
Nyatanya, masih ada sebagian orang yang mengira bahwa cairan kuning (earwax) di dalam telinga adalah kotoran. Padahal, setiap manusia secara alami akan menghasilkan earwax dengan jumlah dan jenis yang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetik dan kondisi kesehatan. Earwax tersebut berfungsi untuk:
Mencegah infeksi
Melembapkan saluran telinga
Melindungi gendang telinga
Struktur earwax yang lengket mampu memerangkap benda-benda asing seperti polutan, serangga, kotoran, yang masuk ke dalam telinga sehingga tidak mengganggu cara kerja telinga.
Jadi, sebenarnya lubang dalam telinga tidak perlu dibersihkan karena telinga sudah memiliki mekanisme pembersihannya sendiri.
Jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter bila suatu saat Anda merasakan adanya gangguan pada cara kerja telinga. Misalnya, menjadi sulit mendengar, nyeri, hingga adanya cairan yang keluar dari telinga. Jangan coba untuk mengatasinya sendiri karena bisa berbahaya. (DNR)
