Antonim Apriori dan Perbedaannya dengan Aposteriori

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cara mudah agar lebih cepat menguasai kosakata bahasa Indonesia adalah dengan menghafalkan antonim dan sinonim suatu kata. Khususnya pada antonim yang merupakan kata dengan makna yang berlawanan. Contohnya seperti antonim apriori.
Kata apriori sendiri memang terdengar asing bagi kebanyakan orang. Hal ini karena apriori bukanlah kata yang umum digunakan dalam percakapan maupun komunikasi sehari-hari.
Antonim Apriori serta Perbedaannya dengan Aposteriori dalam Bahasa Indonesia
Mengutip dari KBBI Online, kata apriori memiliki arti berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya. Istilah yang satu ini berasal dari bahasa Latin, yakni prius yang berarti unsur-unsur dan a berarti tidak atau sebelum.
Unsur-unsur yang dimaksud di sini adalah berbagai kategori yang dimiliki manusia yang digunakan untuk mengolah data indrawi hingga nantinya menghasilkan pengetahuan yang sahih atau handal.
Dengan kata lain, apriori adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bahwa seseorang bisa berpikir kritis dan memiliki asumsi tentang segala sesuatu sebelum bertemu dengan pengalaman tertentu dan mengambil kesimpulan.
Adapun untuk lawan kata atau antonim apriori adalah aposteriori. Di mana menurut KBBI, kata aposteriori memiliki arti setelah diketahui (dilihat, diselidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya.
Tokoh Immanuel Kant pernah mengatakan bahwa pengenalan merupakan sintesis antara unsur apriori dengan unsur aposteriori, di mana unsur apriori ini memainkan peranan bentuk dan unsur aposteriori memainkan peranan materi.
Menurutnya, unsur apriori sudah terdapat pada taraf indrawi. Oleh karena itulah, selalu ada dua bentuk pengenalan apriori, yakni ruang dan juga waktu. Dengan kata lain, ruang tidak merupakan ruang kosong, di mana benda-benda diletakkan; ruang pada dirinya sendiri.
Kemudian untuk berbagai bentuk apriori yang dikemukakan oleh Kant adalah sebagai berikut.
Kuantitas yang terbagi lagi menjadi tiga, yakni kesadaran kesatuan, kesadaran pluralitas, dan juga kesadaran totalitas.
Kualitas terbagi lagi menjadi tiga bagian, yakni realitas, negasi, dan pembatasan.
Relasi dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni substansi-aksidensi, sebab-akibat, dan komunitas.
Modalitas terbagi menjadi tiga, yakni kemungkinan dan kemustahilan, eksistensi dan non-eksistensi, serta keniscayaan dan kontingensi.
Baca Juga: Sinonim dan Antonim Afeksi dalam Bahasa Indonesia
Demikian penjelasan mengenai antonim apriori dalam bahasa Indonesia dan perbedaannya dengan istilah aposteriori. (Anne)
