Konten dari Pengguna

Antonim dan Sinonim Menjadi dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Antonim dan Sinonim Menjadi dalam Bahasa Indonesia (Foto: Tamara | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Antonim dan Sinonim Menjadi dalam Bahasa Indonesia (Foto: Tamara | Unsplash.com)

Mempelajari bahasa Indonesia adalah suatu kewajiban bagi rakyat Indonesia. Alasannya adalah agar kita bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Salah satu materi yang harus dikuasai adalah sinonim. Apa sinonim menjadi?

Selain sinonim, materi lain yang wajib dipahami adalah antonim. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Apa Sinonim Membuat dalam Bahasa Indonesia?

Antonim dan Sinonim Menjadi dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Antonim dan Sinonim Menjadi (Foto: Masjid Pogung Dalangan | Unsplash.com)

Dikutip dari Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMP oleh Handiyani dan Wildan (2008), sinonim merupakan dua kata atau lebih yang mempunyai makna sama. Sedangkan antonim adalah dua kata atau lebih yang maknanya berlawanan.

Dilansir dari kbbi.kemdikbud.go.id, kata menjadi memiliki beberapa arti yaitu:

  • (diangkat, dipilih) sebagai

  • (dibuat) untuk

  • berubah keadaan (wujud, barang) lain; menjelma sebagai

  • menjabat pekerjaan (sebagai)

Terdapat beberapa sinonim kata menjadi dalam bahasa Indonesia, antara lain adalah:

  • menggambarkan

  • berprofesi

  • bekerja

  • berperan

  • menjabat

  • sebagai

  • merupakan

  • selaku

  • jadi

  • bagai

  • laksana

  • serupa

  • seperti

Sedangkan antonim menjadi adalah berbeda.

Makna Kata

Selain sinonim dan antonim, hubungan makna antara sebuah kata dengan kata lain dikenal dengan istilah berikut:

  • Homonim. Merupakan kata-kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama, tetapi maknanya berbeda. Contoh: Ibu membaca majalah kecantikan halaman pertama di halaman rumah.

  • Homofon. Merupakan kata-kata yang yang memiliki pelafalan yang sama, namun ejaannya berlainan dan makna yang terkandung berbeda. Contoh: Bang Randi menabung gaji hasil kerjanya selama ini di Bank Negara.

  • Homograf. Merupakan kata-kata yang memiliki ejaan sama, tetapi lafalnya berbeda serta memiliki makna yang berbeda juga. Contoh: Karena lelah memerah sapi, wajah Bu Ani sampai memerah.

  • Hiponim. Merupakan suatu kata yang mempunyai hubungan makna general dengan spasial. Contoh: buah (hipernim) → pisang, sirsak, manggis, semangka (hiponim).

  • Polisemi. merupakan suatu keragaman makna yang dimiliki oleh suatu kata. Contoh: kepala bagian, kepala suku, kepala sekolah.

Berdasarkan sifat pada hubungan antara kata dan maknanya, makna kata dikategorikan menjadi:

Makna Leksikal

Makna leksikal atau makna kamus adalah suatu makna kata yang langsung mengacu pada benda, tindakan, atau sifat yang dimaksud oleh kata tersebut. Contoh: belajar → langsung mengacu pada tindakan tertentu dan sepeda → langsung mengacu pada benda tertentu.

Makna Gramatikal

Disebut juga sebagai makna tata bahasa. Makna ini muncul setelah mengalami proses tata bahasa. Contoh: awalan ber- pada kata berbelanja → bermakna melakukan kegiatan belanja.

Demikian penjelasan tentang antonim dan sinonim menjadi serta hubungan makna kata yang harus dipahami. Selamat belajar! (KRIS)