Antonim Prematur dalam Bahasa Indonesia beserta Pengertiannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar antonim adalah hal penting bagi orang yang hendak mengikuti tes kemampuan berbahasa. Antonim disebut juga lawan kata. Sebelum memahami antonim, yang harus diketahui adalah pengertian katanya. Salah satu yang kerap ditanyakan adalah antonim prematur.
Soal tes antonim gampang-gampang susah. Terkadang kata yang diucapkan sehari-hari menjadi begitu sulit dijabarkan arti, sinonim, hingga antonimnya. Untuk itu diperlukan sesi belajar soal antonim.
Antonim Prematur dan Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia
Untuk tahu apa lawan kata prematur, yang pertama dilakukan adalah menjabarkan arti atau makna kata tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/prematur), kata prematur memiliki arti sebagai berikut:
pre.ma.tur
a belum (waktunya) masak (matang); sebelum waktunya; belum cukup bulan; pradini: anak yang lahir -- harus mendapat perawatan khusus di rumah sakit
Kemudian, hasil pencarian "prematur" dari semua kelas kata melalui Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia daring (https://tesaurus.kemdikbud.go.id/tematis/lema/prematur) adalah sebagai berikut:
adjektiva
DINI prematur, (terlalu) dini; kepagian (cak)
LAHIR normal, prematur, sungsang
nomina
LAHIR bayi prematur, bayi tabung
Berdasarkan uraian arti dan tesaurus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa antonim dari kata prematur adalah terlambat.
Terlambat berasal dari kata lambat, yang di dalam KBBI daring (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/terlambat) memiliki arti sebagai berikut:
lambat » ter.lam.bat
v melewati waktu yang ditentukan; tidak tepat waktu
Kata prematur termasuk dalam antonim melengkapi, yakni kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain.
Contoh:
Pertanyaan >< jawaban
Mencari >< menemukan
Jenis-jenis antonim yang lain adalah:
Antonim berpasangan, yakni kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya.
Contoh:
(Ber)-dosa >< suci (tidak(ber)-dosa ≠ suci)
Istri >< suami (bukan istri ≠ suami)
Pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)
Antonim berjenjang, yakni kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat.
Contoh:
Dingin >< hangat >< panas
Kaku >< lentur >< elastis
Mahal >< wajar >< murah
Baca Juga: Antonim Ulur dalam Bahasa Indonesia Lengkap dengan Pengertiannya
Demikian pembahasan mengenai antonim prematur dalam Bahasa Indonesia lengkap dengan pengertiannya. Belajar lebih banyak tentang antonim atau lawan kata akan menambah kekayaan kosakata yang bisa digunakan untuk membuat kalimat menjadi lebih baik. (ARD)
