Antonim Proletar beserta Pengertiannya sesuai KBBI

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski jarang menjadi topik bahasan sehari-hari, mengetahui antonim proletar tidak ada salahnya sebagai pengetahuan. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI.
Dengan mengetahui arti kata proletar dan antonimnya, kosakata dan kemampuan memahami bacaan pun bisa meningkat.
Ragam Antonim Proletar beserta Pengertiannya sesuai KBBI
Antonim adalah istilah lain dari lawan kata. Dalam buku Panduan Resmi Tes BUMN CAT/PBT yang disusun oleh Raditya Panji Umbara, Tim Redaksi Bintang Wahyu (2018: 22), disebutkan bahwa kata antonim pada awalnya berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “onama” yang berarti nama dan kata “anti” yang berarti melawan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata antonim dimaknai sebagai kata yang berlawanan makna dengan kata lainnya. Berdasarkan sifatnya, antonim terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain antonim mutlak, antonim kutub, antonim hubungan, dan antonim hierarkial.
Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa kata yang memiliki antonim, salah satunya adalah kata proletar. Apakah yang dimaksud dengan proletar? Dikutip dari buku Pancasila Dasar Negara: Kursus Pancasila Oleh Presiden Soekarno Tentang Pancasila yang ditulis oleh Dr.(Hc). Ir. Soekarno (2018: 53), proletar adalah orang yang menjualkan tenaganya kepada orang lain dengan tidak ikut memiliki alat produksi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, proletar adalah orang dari golongan proletariat. Proletariat bermakna lapisan sosial yang paling rendah, golongan buruh, khususnya golongan buruh industri yang tidak mempunyai alat produksi dan hidup dari menjual tenaga.
Sesuai dengan penjelasan definisi proletar tersebut, dapat diketahui bahwa antonim atau lawan kata dari proletar adalah elite, golongan atas, pilihan, sosialita, bangsawan. Berikut ini contoh penggunaan kata proletar dalam sebuah kalimat.
Meski berasal dari kalangan proletar, Nyi Ontosoroh tidak takut melawan kekejaman kaum borjuis.
Undang-undang yang terbaru tidak memihak kaum proletar, justru makin menindas mereka.
Baca juga: Pengertian dan Antonim Maskulin dalam Bahasa Indonesia
Demikian pembahasan mengenai antonim proletar beserta pengertiannya sesuai KBBI yang menarik untuk diketahui. (DAP)
