Apa Arti dari Al-Amin sebagai Gelar Rasulullah Saw? Ini dia penjelasannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
28 November 2023 18:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Al-Amin artinya. Sumber foto: Unsplash/Ibrahim UZ
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al-Amin artinya. Sumber foto: Unsplash/Ibrahim UZ
ADVERTISEMENT
Salah satu gelar Rasulullah saw. yaitu Al-Amin artinya dapat dipercaya. Al-Amin merupakan salah satu gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Julukan atau gelar ini diberikan karena sifat mulia dan kejujuran yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
Sejarah dibalik pemberian gelar Al-Amin kepada Nabi Muhammad saw. juga sangat menarik untuk diketahui. Hal ini berkaitan dengan momen bersejarah saat peletakan batu Hajar Aswad dalam peristiwa pembangunan kembali Kakbah.

Arti Al-Amin

Ilustrasi Al-Amin artinya. Sumber foto: Unsplash/Omer F. Aslan
Dikutip dari buku Fakta dan Khayal, Hamka (2017: 192), Al-Amin artinya orang yang sangat dapat dipercayai. Diberikan oleh kaumnya, kaum Quraisy, sebelum beliau diangkat Allah Swt. menjadi Rasul.
Bahkan, sejak saat Rasulullah saw. hidup dengan pamannya Abu Thalib untuk membantu berdagang ke Negeri Syam, Rasulullah selalu dikenal dengan sifat kejujurannya dalam berdagang.
Sejarah pemberian gelar Al-Amin kepada Rasulullah saw. berkaitan dengan momen pembangunan kembali Ka'bah. Sebab beliau sanggup mendamaikan di antara kaum yang berselisih, tentang siapa yang lebih berhak mengembalikan Hajaratul Aswad ke tempatnya semula.
ADVERTISEMENT
Gelar tersebut juga diberikan kepada Rasulullah saw. karena selalu memberikan contoh suri tauladan yang baik. Awal mulanya pada saat Rasulullah berumur 35 tahun, terjadi banjir bandang yang merobohkan dinding Ka'bah.
Lalu, Kabilah Quraisy merasa bahwa perlu untuk melakukan pembangunan kembali Ka'bah. Penduduk kota Mekkah kemudian beramai-ramai memperbaiki bangunan tersebut.
Kemudian, saat pembangunan telah sampai pada bagian Hajar Aswad, terjadi perselisihan antar suku di Mekkah karena merasa berhak untuk meletakkan batu suci tersebut. Perselisihan antar suku tersebut berlangsung selama 4-5 hari.
Perselisihan tersebut hampir memicu pertumpahan darah di Tanah Suci. Kemudian, Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi mengusulkan agar orang yang berhak meletakkan Hajar Aswad adalah orang pertama di antara yang masuk Ka'bah dari pintu Shafa.
ADVERTISEMENT
Lalu, pada akhirnya Nabi Muhammad saw. adalah orang pertama yang masuk ke Masjidil Haram melalui pintu Shafa. Kemudian, dengan penuh kebijaksanaan, Rasulullah meletakkan Hajar Aswad di atas sorbannya.
Rasulullah saw. meminta perwakilan dari masing-masing suku di Mekkah untuk memegang ujung sorban dan meletakkannya bersama-sama. Atas kebijaksanaan Rasulullah tersebut, orang-orang Quraisy kemudian memberikan gelar Al-Amin kepada beliau.
Al-Amin artinya terpercaya. Sekarang umat Islam sudah mengetahui dan memahami apa arti dan sejarah dari salah satu gelar Nabi Muhammad Saw. (Gin)