Konten dari Pengguna

Apa Arti Melayani dalam Agama Kristen terhadap Sesama?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti melayani dalam agama Kristen. Sumber: Unsplash/Terren Hurst
zoom-in-whitePerbesar
Arti melayani dalam agama Kristen. Sumber: Unsplash/Terren Hurst

Arti melayani dalam agama Kristen merupakan konsep yang mendalam dan kaya. Dalam iman Kristen, pelayanan bukan sekadar tindakan atau serangkaian kegiatan, melainkan merupakan ekspresi iman, kasih, dan pengabdian kepada Allah dan sesama.

Berasal dari ajaran dan teladan Yesus Kristus, konsep pelayanan ini mengajarkan pentingnya mengutamakan kebutuhan orang lain dan melayani mereka dengan hati yang tulus dan rendah hati.

Pelayanan dalam konteks Kristen tidak hanya terbatas pada kegiatan gerejawi, tetapi juga mencakup tindakan dan sikap sehari-hari yang mencerminkan kasih dan kepedulian kepada sesama.

Arti Melayani dalam Agama Kristen sesuai Teladan Yesus

Arti melayani dalam agama Kristen. Sumber: George Bakos

Dikutip dari www.sttbetheltheway.ac.id, arti melayani dalam agama Kristen berasal dari kata Yunani diakoneo, artinya to be a servant dan attendant. Dalam konteks Perjanjian Baru, pelayanan merupakan sebuah aspek penting dari peribadatan seseorang kepada Tuhan dan kepada orang lain atas nama Tuhan.

Yesus sendiri merupakan contoh utama dalam hal pelayanan Kristen, mengajarkan untuk melayani bukan untuk dilayani, seperti yang dicatat dalam Matius 20:28:

“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Hal yang sama juga bisa ditemukan di Markus 10:45 dan Yohanes 13:1-17.

Dalam konteks Kristen, melayani orang lain berarti memenuhi kebutuhan mereka dengan kasih dan kerendahan hati, sebagaimana Kristus ajarkan. Seorang Kristen melayani tidak hanya sesama umat Kristen tetapi juga orang lain tanpa diskriminasi dan dengan niat tulus, mengikuti jejak Yesus.

Di zaman modern, istilah melayani sering kali dikaitkan dengan profesi rohani, contohnya pendeta atau rohaniwan, yang dikenal sebagai "pelayan" dalam konteks pelayanan penuh waktu. Meskipun demikian, setiap orang Kristen juga diharapkan terlibat dalam pelayanan sesama, sesuai dengan ajaran Perjanjian Baru (Roma 12:3-8,10-13; 2 Timotius 2:24-26).

Dalam praktiknya, pelayanan Kristen tidak hanya fokus pada aspek rohani tetapi juga pada kebutuhan fisik, emosional, mental, profesional, dan ekonomi. Hal ini sesuai dengan teladan yang Yesus berikan.

Baca juga: Konsep Ajaran Yesus tentang Pengampunan

Arti melayani dalam agama Kristen yang ideal harus mengedepankan pemberitaan Injil Yesus Kristus agar orang lain dapat mengenal dan menerima Dia sebagai Juruselamat.

Selain itu, juga harus taat kepada-Nya sebagai Tuhan, dan memahami Kristus sebagai pusat kehidupan mereka (Yohanes 1:12; Kolose 2:6-7; Galatia 2:20; Filipi 3:8-10). Ini berarti mencakup pelayanan yang menyeluruh, meniru cara Yesus melayani. (CR)