Apa Dampak Penggunaan Mobil Listrik Terhadap Lingkungan Secara Fisika?

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobil listrik (EV) semakin populer sebagai alternatif kendaraan berbahan bakar fosil. Dampaknya terhadap lingkungan dapat dianalisis dari sudut pandang fisika. Apa dampak penggunaan mobil listrik terhadap lingkungan secara Fisika?
Analisis tersebut berdasarkan efisiensi energi, emisi gas rumah kaca, polusi termal dan akustik, serta perubahan konsumsi energi global. Meskipun EV dianggap lebih ramah lingkungan, dampaknya tetap bergantung pada sumber energi dan teknologi pendukungnya.
Apa Dampak Penggunaan Mobil Listrik Terhadap Lingkungan Secara Fisika? Ini 4 Dampaknya
Mengutip dari buku Book Chapter Dampak Mobil Listrik Terhadap Pertumbuhan Transportasi, Sumantri Widya Praja. M.Sc, M.Eng, (2022), kendaran listrik menawarkan teknologi perubahan langkah berdasarkan efisiensi motor listrik yang jauh lebih tinggi.
Dengan teknologi terbaru, apa dampak penggunaan mobil listrik terhadap lingkungan secara Fisika? Berikut penjelasannya.
1. Efisiensi Energi
Mobil listrik memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional. Mesin pembakaran internal hanya mampu mengubah sekitar 25–30% energi bahan bakar menjadi energi gerak, sedangkan motor listrik dapat mencapai efisiensi lebih dari 90%.
Selain itu, sistem pengereman regeneratif pada EV dapat membuat energi yang hilang saat pengereman untuk dikonversi kembali menjadi listrik, meningkatkan efisiensi penggunaan energi secara keseluruhan.
2. Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca
Mobil listrik tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan. Namun, dampak lingkungannya tetap bergantung pada sumber listrik yang digunakan untuk pengisian daya.
Jika listrik masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil seperti batu bara, emisi karbon tetap ada, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.
3. Polusi Termal dan Akustik
Polusi Termal: Mobil listrik menghasilkan lebih sedikit panas dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil karena tidak ada proses pembakaran internal. Ini dapat membantu mengurangi efek pulau panas perkotaan.
Polusi Akustik: EV lebih senyap dibandingkan kendaraan konvensional karena tidak memiliki mesin pembakaran dan sistem knalpot yang berisik. Ini mengurangi polusi suara, terutama di daerah perkotaan yang padat.
4. Perubahan Konsumsi Energi Global
Meningkatnya penggunaan EV akan meningkatkan permintaan listrik. Hal ini dapat menjadi pemicu untuk peralihan ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, yang lebih ramah lingkungan.
Namun, produksi dan daur ulang baterai lithium-ion tetap menjadi tantangan karena dapat menyebabkan degradasi lingkungan akibat penambangan bahan baku.
Baca juga: Akibat Penggunaan Listrik secara Berlebihan pada Lingkungan
Itulah sedikit jawaban mengenai apa dampak penggunaan mobil listrik terhadap lingkungan secara Fisika. Penggunaan mobil listrik memberikan dampak positif bagi lingkungan dari perspektif fisika, terutama dalam efisiensi energi dan pengurangan emisi.
Kumparan New Energy Vehicle Summit 2025, sebuah forum diskusi yang akan membahas industri otomotif berkelanjutan secara mendalam, digelar pada 6 Mei 2025 di MGP Space, SCBD Park. Nantikan infonya di kumparan! (RIZ)
