Apa Itu Awan Cumulonimbus? Ini Arti, Ciri-Ciri, dan Proses Pembentukannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awan merupakan kumpulan uap air yang mengembun di atmosfer. Jika diperhatikan, awan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Terdapat beberapa jenis awan yang perlu dipahami, salah satunya kumulonimbus. Apa itu awan cumulonimbus?
Awan kumulonimbus dapat dikenali dari bentuknya yang menyerupai jamur. Selain dari bentuk, ada ciri-ciri lain dari awan ini yang perlu dipelajari.
Apa Itu Awan Cumulonimbus? Ini Arti dan Ciri-cirinya
Awan dibagi menjadi beberapa jenis dengan ciri-ciri dan proses pembentukan yang berbeda. Salah satu jenis awan adalah awan kumulonimbus. Apa itu awan cumulonimbus?
Dikutip dari Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK dan MAK Kelas X, Mutiara, dkk (2008:118), awan kumulonimbus (Cb) adalah awan guntur pertanda datangnya badai. Awan kumulonimbus merupakan awan konvektif atau awan yang menjulang tinggi ke atas.
Dikutip dari Agrohidrologi: Senandung Kehidupan Tentang Pencemaran Air, Ngatimin, dkk (2020:10), berikut ini beberapa ciri awan kumulonimbus.
Awan kumulonimbus berada di ketinggian antara 2.000 sampai dengan 16.000 mdpl.
Awan kumulonimbus berwarna putih seperti kapas. Ketika awan ini berwarna gelap, maka hal tersebut merupakan indikator akan turun hujan disertai dengan kilat dan guntur.
Awan kumulonimbus sangat tebal sehingga menghalangi sinar Matahari, mengandung muatan listrik yang sangat berbahaya untuk penerbangan yang berakibat kecelakaan fatal.
Awan kumulonimbus berpotensi menurunkan salju di daerah beriklim subtropis dan dingin.
Proses Pembentukan Awan Kumulonimbus
Berikut ini adalah tahapan pembentukan awan kumulonimbus.
Pada fase cumulus, awan akan tumbuh menjulang ke atas. Di dalam awan ini terdapat updraft atau gaya hentakan ke atas yang kuat sehingga mampu mendorong awan untuk tumbuh ke atas.
Tahap selanjutnya adalah fase matang, yaitu awan kumulonimbus terbentuk. Hal ini ditandai dengan adanya petir, angin kencang, dan hujan lebat. Pada fase ini, awan kumulonimbus mempunyai updraft dan downdraft atau gaya hentakan ke bawah yang kuat. Oleh karena itu, awan ini sangat berbahaya bagi penerbangan.
Tahap terakhir adalah fase peluruhan. Pada fase ini, awan sudah mulai luruh dan menghilang. Umumnya, fase ini disertai dengan hujan berintensitas ringan hingga sedang. Dalam fase ini, hanya ada downdraft saja yang tersisa sehingga awan tidak bisa mempertahankan bentuknya dan menghilang.
Baca juga: Proses Terjadinya Hujan secara Singkat dan Sederhana
Apa itu awan cumulonimbus? Jadi, awan kumulonimbus adalah awan yang menjulang tinggi ke atas dan merupakan pertanda datangnya badai. (KRIS)
