Apa Itu Blood Moon? Ini Penjelasan Fenomena Bulan Warna Merah yang Menarik

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu blood moon, alias fenomena bulan yang berwarna merah? Pertanyaan ini muncul kembali setelah fenomena langka tersebut terjadi pada 7 September 2025 lalu.
Malam itu, langit Indonesia menjadi saksi keindahan bulan yang tampak memerah seperti tembaga. Banyak orang memotret, mengunggah ke media sosial, dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang terjadi. Tidak sedikit juga yang penasaran dengan proses di balik perubahan warna bulan yang dramatis ini.
Apa Itu Blood Moon dan Bagaimana Fenomena Ini Bisa Terjadi
Apa itu blood moon? Pertanyaan ini sering muncul setiap kali fenomena langka ini terjadi.
Dikutip dari space.com, blood moon adalah istilah untuk menggambarkan warna kemerahan pada bulan saat terjadi gerhana bulan total. Hal ini bisa terjadi karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi terfilter sedemikian rupa sehingga hanya cahaya merah yang sampai ke permukaan bulan.
Hasilnya? Bulan jadi tampak berwarna merah bata atau jingga tembaga yang memukau.
Gerhana bulan total seperti ini terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sempurna. Bumi berada di tengah dan bayangannya menutupi seluruh permukaan bulan.
Karena orbit bulan sedikit miring terhadap orbit bumi, kejadian ini pun tidak bisa terjadi setiap bulan. Tapi ketika semuanya sejajar pas, muncullah fenomena yang disebut blood moon ini. Warna merahnya berasal dari efek yang sama seperti saat matahari terbit atau tenggelam, ketika langit juga tampak kemerahan.
Menariknya, tidak semua gerhana bulan menghasilkan blood moon. Kadang, bulan hanya memasuki sebagian bayangan bumi. Kondisi ini disebut gerhana bulan sebagian. Penampakannya seperti kue bulat yang digigit sebagian.
Warna blood moon juga bisa bervariasi tergantung kondisi atmosfer bumi saat itu. Kalau ada banyak abu vulkanik, asap kebakaran hutan, atau polusi, maka warna bulan bisa terlihat lebih gelap atau merah pekat.
Dengan demikian, warna tiap blood moon juga bisa tampak berbeda-beda. Menurut NASA, dalam satu tahun bisa terjadi dua sampai empat kali gerhana bulan, dan satu blood moon bisa terlihat oleh hampir setengah bagian bumi.
Yang lebih menarik lagi, hanya bumi yang bisa mendapatkan fenomena ini. Meskipun banyak planet dan bulan di tata surya, cuma bayangan bumi yang cukup besar untuk menutupi bulan sepenuhnya.
Namun, hal ini juga tidak akan bertahan selamanya. Bulan perlahan-lahan menjauh dari bumi sekitar 4 cm setiap tahunnya. Itu artinya, satu saat nanti, bumi bisa tidak lagi menikmati blood moon.
Baca juga: 6 Tips Memotret Gerhana Bulan agar Hasilnya Bagus
Namun tenang saja, hal tersebut masih akan terjadi jutaan tahun lagi. Jadi, sementara itu, setelah tahu apa itu blood moon, menikmati fenomena langka ini bisa jadi salah satu pengalaman yang seru dan layak dicoba setidaknya sekali seumur hidup. (CR)
