Apa Itu Bom Molotov? Ini Penjelasan dan Bahayanya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap ada aksi demonstrasi rusuh, biasanya banyak orang yang membicarakan mengenai bom molotov. Lalu, sebenarnya apa itu bom molotov?
Pembahasan mengenai bom molotov kembali trending di berbagai media Indonesia. Hal ini karena beberapa waktu lalu terjadi berbagai kerusuhan di Indonesia dan muncul berbagai video yang memperlihatkan penggunaan bom rakitan ini.
Apa Itu Bom Molotov? Ini Penjelasan dan Bahayanya yang Wajib Diketahui Masyarakat
Dikutip dari buku Bomber Mafia karya Malcolm Gladwell (2021), bom molotov merupakan salah satu jenis bom rakitan yang populer di kalangan gerakan perlawanan. Bom ini populer hampir di seluruh dunia, jadi tidak hanya di Indonesia.
Bom ini merupakan salah satu senjata pembakar yang sering disalahgunakan sebagai salah satu alat teror ketika ada kerusuhan atau aksi unjuk rasa. Jenis bom rakitan ini juga dikenal sebagai bom bensin, bom botol, hingga bom api.
Lalu, sebenarnya apa itu bom molotov? Jadi pada dasarnya, jenis bom ini merupakan bom yang terbuat dari botol kaca yang diisi dengan cairan pembakar yang dilengkapi dengan sumbu untuk menghidupkannya.
Isi dari botol ini biasanya berupa bensin atau cairan lainnya yang mudah terbakar. Pada umumnya menggunakan spirtus. Cara penggunaannya adalah dengan membakar sumbu yang terpasang di mulut botol, kemudian botol dilempar. Saat botol pecah, api akan membakar cairan bensin di dalamnya, menyebar, dan berpotensi mematikan.
Jika menilik sejarah, bom molotov diyakini telah digunakan sejak tujuh dekade yang lalu, tepatnya pada masa Perang Sipil Spanyol tahun 1930-an oleh kubu Republik untuk menyerang tank-tank milik kubu Nasionalis.
Penamaan "Molotov" sendiri berasal dari warga Finlandia pada masa Perang Musim Dingin, sebagai bentuk satire terhadap Vyacheslav Molotov, Perdana Menteri Uni Soviet yang secara rahasia menandatangani pakta non-agresi dengan Nazi pada tahun 1939, yang dikenal sebagai Pakta Molotov–Ribbentrop.
Selain dalam Perang Musim Dingin, bom molotov juga digunakan oleh kedua pihak yang bertikai dalam Perang Dunia II. Pada tahun 1940, ketika Nazi mengancam akan menginvasi Britania Raya, warga Inggris menyiapkan bom molotov sebagai bagian dari persiapan pertahanan.
Kemudahan dalam pembuatan membuat molotov sering digunakan dalam aksi protes yang berujung kekerasan atau tindakan teror, misalnya dalam kerusuhan yang terjadi pada akhir bulan Agustus 2025 lalu.
Baca juga: Apa Itu Hashtag SEAblings yang Ramai di Media Sosial? Ini Penjelasannya
Jadi, jika ada yang bertanya apa itu molotov, maka jawabannya adalah bom rakitan yang terbuat dari botol dengan cairan pembakar sebagai isiannya. (WWN)
