Konten dari Pengguna

Apa Itu Common Sense dan Contohnya dalam Filsafat Epistemologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Common Sense, sumber: pexels/Fauxels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Common Sense, sumber: pexels/Fauxels

Apa itu common sense? Istilah ini barang kali terdengar asing di kalangan orang awam. Common sense adalah salah satu topik yang dipelajari dalam ilmu filsafat. Materi ini diartikan sebagai pengetahuan biasa yang digunakan untuk kehidupan sehari- hari.

Setiap filsuf memiliki interpretasi atau pemaknaan yang berbeda-beda tentang common sense. Memahami arti dan contoh dari istilah tersebut sangat penting untuk memperkaya wawasan, terutama di bidang filsafat epistemologi.

Apa Itu Common Sense?

Ilustrasi Apa Itu Common Sense, sumber: pexels/RDNEStock

Dalam ilmu pengetahuan filsafat, common sense adalah kemampuan yang harmonis antara aktivitas kesadaran dan aktivitas indera yang menghasilkan keyakinan tertentu untuk memahami objek secara langsung.

Mengutip buku Filsafat Ilmu: Rjukan bagi Para Calon Cendekiawan, Fuad Abdul Hamied, dkk (2021), common sense juga diartikan sebagai keyakinan universal yang menghasilkan pengetahuan tentang suatu objek benda. Dalam hal ini, common sense memisahkan peran subjek dan objek dengan tegas.

Subjek mengamati objek faktual melalui penginderaan, sehingga didapatkan data indera. Pengamatan secara langsung melibatkan aktivitas kesadaran yang nantinya akan menghasilkan pengetahuan yang benar.

Sumbangsih epistemologi common sense bagi filsafat ilmu adalah data-indera yang berguna sebagai pangkal pembentukan pengetahuan ilmiah yang melekat pada setiap fase pemikiran ilmiah.

Contoh Common Sense dalam Filsafat Epistemologi

Ilustrasi Apa Itu Common Sense, sumber: pexels/TimaM

Orang yang memiliki common sense baik cenderung banyak bertanya. Mereka juga termasuk pemikir yang aktif karena terus memikirkan konsekuensi yang terjadi dari setiap tindakan yang dilakukan. Adapun contoh common sense dalam kehidupan, yakni sebagai berikut.

  • Memahami bahwa cuaca yang panas dapat membuat es batu cepat meleleh.

  • Menyadari bahwa berbicara dengan suara yang lantang di perpustakaan tidaklah sopan.

  • Mengetahui bahwa makanan yang dibiarkan di suhu yang panas terlalu lama dapat membusuk.

  • Memahami bahwa berjalan kaki saat di jalan raya sedang lampu merah adalah hal berbahaya.

  • Menyadari bahwa mencelupkan tangan pada air panas dapat membuat kulit terluka.

Baca juga: Pengertian Filsafat Ilmu dan Cabang Berdasarkan Bidangnya

Common sense adalah kemampuan untuk menilai atau meyakini sesuatu yang bersifat umum tanpa harus dibuktikan dengan metode ilmiah. Hal ini membantu setiap individu untuk membuat keputusan dan melakukan berbagai aktivitas tanpa perlu merujuk pada wawasan ilmiah yang mendalam.

Semoga informasi tentang apa itu common sense dapat menambah wawasan, ya. (DLA)