Apa itu Deadstock? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dalam Dunia Bisnis

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu deadstock dalam dunia bisnis? Istilah ini mengacu pada barang persediaan yang tidak terjual dalam waktu lama, sehingga dianggap tidak bernilai karena sulit dipasarkan kembali.
Barang yang tergolong deadstock umumnya rusak karena terlalu lama disimpan, sudah tidak relevan dengan tren, atau kadaluwarsa. Memahami penyebab dan cara mengatasi deadstock sangat penting agar persediaan barang tidak menjadi beban bisnis.
Apa itu Deadstock? Ini Penyebabnya
Apa itu deadstock? Deadstock adalah masalah yang serius bagi perusahaan karena membuat modal tidak berkembang dan memakan ruang gudang tanpa menghasilkan laba.
Mengutip buku Manajemen Ritel - Teori dan Strategi oleh I Wayan Suyadnya (2023), produk akan disebut deadstock jika tidak laku, tidak dminati, dan tidak diperlukan lagi oleh konsumen. Beberapa penyebab terjadinya deadstock yang perlu dihindari di antaranya yaitu:
Kesalahan dalam Perencanaan Stok: Perusahaan biasanya memproduksi atau membeli barang dalam jumlah besar tanpa mengkalkulasi permintaan pasar.
Kualitas Produk Rendah: Produk yang tidak sesuai standar kualitas menyebabkan konsumen tidak tertarik membeli dan akhirnya stok menumpuk.
Kurang Riset Pasar: pemilik usaha tidak memahami selera konsumen, tren, dan kebutuhan pasar.
Perubahan Tren atau Musim: Barang musiman seperti pakaian atau aksesoris tertentu cepat kehilangan relevansi. Setelah tren berlalu, stok tersebut menjadi sulit dijual.
Harga yang Kurang Kompetitif: Harga yang terlalu tinggi dibandingkan kompetitor dapat menyebabkan konsumen enggan membelo, sehingga stok tidak laku.
Cara Mengatasi Deadstock dalam Bisnis
Ada sejumlah cara mengatasi deadstock yang bisa diterapkan. Beberapa cara tersebut di antaranya sebagai berikut:
Analisis Data Penjualan: Terapman sistem manajemen inventori untuk mengecek tren penjualan sekaligus mencegah stok yang berlebih.
Promosi Lebih Masif: Gelar promo bundling, diskon, atau flash sale untuk membantu mengurangi deadstock.
Diversifikasi Saluran Penjualan: Selain berfokus pada toko fisik, gunakan marketplace online dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Repackaging: Ubah tampilan kemasan untuk meningkatkan daya tarik produk lama.
Evaluasi secara Berkala: Lakukan evaluasi secara berkala terkait strategi pemasaran dan manajemen stok untuk menghindari kesalahan yang telah lalu.
Baca juga: 3 Contoh Nyata Transformasi Pengalaman Pelanggan dalam Dunia Bisnis
Itulah penjelasan terkait, apa itu deadstock dalam dunia bisnis. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya diharapkan dapat meminimalisir stok produk mati di gudang untuk ke depannya. (DLA)
