Apa Itu Denial yang Biasa Muncul dalam Konten Media Sosial? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Denial merupakan salah satu kata yang kerap hadir dalam berbagai macam konten media sosial. Kata tersebut biasanya muncul dalam konten yang memiliki kaitan dengan penolakan. Sebenarnya, apa itu denial?
Denial merupakan kosakata bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai penyangkalan atau penolakan. Beberapa orang tentu pernah melakukan hal itu, tetapi denial tidak boleh berlarut-larut karena memiliki dampak negatif.
Apa Itu Denial yang Biasa Muncul dalam Konten Media Sosial?
Apa itu denial? Pertanyaan seperti itu umumnya muncul ketika seseorang baru mendengar, membaca, atau mengetahui kata “denial”. Denial adalah kosakata bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai penyangkalan.
Kata “denial” juga sering menjadi sebutan penolakan atau penyangkalan dalam psikologi. Dikutip dari buku berjudul Buku Pintar Membaca Karakter Lewat Tulisan Tangan, Rahmi (2018: 219), denial adalah mekanisme penolakan dari dalam diri atas sesuatu.
Kata “sesuatu” tersebut memiliki makna yang luas karena setiap orang cenderung mempunyai penolakan terhadap hal berbeda. Beberapa contoh, yaitu:
Menyangkal bahwa diri sedang bersedih;
Menyangkal bahwa diri sedang kecewa;
Menyangkal bahwa diri sedang sakit;
Menyangkal bahwa diri sedang terjebak dalam hubungan beracun; dan sebagainya.
Contoh di atas cenderung tidak menyenangkan karena denial memang sering kali terjadi seperti itu. Dikutip dari buku Psikologi untuk Keperawatan, Sunaryo (2004: 225), denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan.
Cara agar Tidak Denial terhadap Kenyataan
Setiap manusia mempunyai potensi untuk memiliki perilaku denial. Walaupun begitu, bukan berarti bahwa denial menjadi hal yang dapat terus dilakukan, dibiarkan, atau dianggap tidak ada.
Manusia perlu belajar untuk menerima sesuatu yang semula disangkal oleh dirinya. Tujuan dari pembelajaran itu adalah supaya dapat menjadi manusia yang lebih baik dan tidak tenggelam pada hal-hal negatif yang selalu disangkal.
Beberapa cara agar tidak denial terhadap kenyataan, yaitu:
Mencoba untuk jujur terhadap diri sendiri tentang berbagai macam perasaan, baik itu senang, sedih, kecewa, takut, maupun perasaan lain.
Mencoba untuk mengenal diri sendiri, termasuk cara yang nyaman dan baik untuk mengatasi perasaan negatif.
Mencoba untuk berdoa atau meditasi agar lebih rileks sehingga dapat berpikir jernih.
Mencoba untuk melakukan konsultasi dengan psikolog supaya mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak profesional.
Baca juga: Ragam Arti Passenger Princess, Frasa Baru yang Viral di Media Sosial
Apa itu denial yang biasa muncul dalam konten media sosial? Denial adalah penyangkalan atau penolakan. Penyangkalan tersebut memiliki konteks yang luas karena dapat berkaitan dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan. (AA)
