Apa Itu DFK yang Sedang Viral di Kalangan Netizen Indonesia? Ini Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah DFK merupakan istilah yang muncul dan viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Istilah ini semakin viral ketika ada debat terbuka antara Ferry Irwandi dan Gusti Aju. Setelah debat tersebut, kemudian banyak yang bertanya sebenarnya apa itu DFK.
Perbincangan mengenai apa itu DFK sangat menarik dan menjadi salah satu hal yang cukup krusial untuk saat ini. Hal tersebut karena istilah ini sangat sering terjadi dan menjadi salah satu masalah yang sulit untuk ditanggulangi.
Apa Itu DFK yang Sedang Viral? Ini Penjelasan Lengkapnya
Istilah DFK semakin populer ketika dua influencer terkenal, yaitu Ferry Irwandi dan Gusti Aju, melakukan debat terbuka di podcast Denny Sumargo. Istilah ini mewarnai konflik yang terjadi antara kedua influencer tersebut.
Dalam podcast yang sudah ditonton jutaan orang tersebut, pembahasan yang menarik adalah tuduhan dan kritik yang dilayangkan oleh Gusti Aju kepada Ferry Irwandi bahwa kontennya merupakan konten yang memiliki unsur DFK.
Konten yang dimaksud adalah konten-konten yang berhubungan dengan demonstrasi di DPR beberapa waktu yang lalu. Berkat perseteruan tersebut, kemudian istilah mengenai DFK langsung viral di media sosial.
Pertanyaannya sekarang adalah apa itu DFK? Dikutip dari Instagram @humaskotatangsel, DFK merupakan singkatan dari disinformasi, fitnah, dan kebencian. Dikutip dari buku Psikologi Gelap Internet karya Bagas Bantara (2023), disinformasi bisa dikatakan sebagai informasi yang tidak benar.
Informasi ini kemudian disebarkan secara sengaja maupun tidak sengaja dengan tujuan untuk menyesatkan banyak orang. Hal ini sangat sulit dibendung saat ini karena informasi berkembang dengan sangat cepat melalui berbagai media sosial.
Sementara itu, fitnah bisa dikatakan sebagai pernyataan tidak benar atau tuduhan palsu yang dirancang untuk merusak reputasi dan nama baik suatu individu atau kelompok. Fitnah merupakan salah satu tindakan yang menyebabkan perpecahan.
Di sisi lain, kebencian mencakup narasi yang mendiskreditkan, merendahkan, atau menyerang suatu kelompok atas dasar identitas seperti agama, ras, etnis, atau gender dengan maksud untuk memicu konflik dan perpecahan sosial.
Bahaya dari DFK tidak hanya terletak pada kesesatan informasinya, tetapi lebih pada kemampuannya untuk memicu dampak nyata yang merusak. Penyebaran informasi yang menyesatkan, fitnah, dan kebencian bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut menuntut seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menerima atau menyebarkan informasi dari media sosial. Sebaiknya mengecek lebih dulu sumber berita atau informasi tersebut.
Baca juga: Apa itu Woke? Istilah yang Berasal dari Afrika-Amerika
Jadi, jika ada yang bertanya apa itu DFK, maka jawabannya adalah disinformasi, fitnah, dan kebencian. Istilah ini sedang viral di media sosial seperti Instagram dan TikTok. (WWN)
