Apa Itu FOBI, Fear of Being Included? Simak Penjelasan Kecemasan Ini

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biasanya orang lebih sering mendengar soal FOMO, kecemasan atau rasa takut ketinggalan sesuatu. Tapi FOBI justru kebalikannya. Apa itu FOBI, fear of being included?
Meski belum banyak yang tahu istilahnya, tetapi banyak orang yang mungkin pernah merasakannya. Penyebabnya bisa jadi belum banyak yang tahu kalau ada istilah khusus untuk menggambarkan hal itu.
Fenomena ini belakangan makin sering dibicarakan, terutama di media sosial. Ternyata, banyak yang merasa relate dengan pengalaman tersebut.
Apa Itu FOBI, Fear of Being Included, yang Kebalikan dari FOMO?
Apa itu FOBI, fear of being included? Istilah ini mungkin terdengar unik, karena biasanya orang justru takut ketinggalan momen alias FOMO (Fear of Missing Out). FOBI adalah kebalikannya. Orang dengan FOBI merasa cemas, tidak nyaman, bahkan terbebani ketika diundang ke acara sosial atau dilibatkan dalam kegiatan bersama.
Sebenarnya perasaan ini muncul bukan karena yang bersangkutan tidak punya teman atau tidak peduli. Melainkan, karena mereka merasa keikutsertaan itu akan menguras energi mental. Bayangan harus ngobrol, berinteraksi, atau sekadar hadir di tengah keramaian bisa membuat kepala penuh tekanan.
Dikutip dari ndtv.com, istilah ini mulai dikenal sejak 2024, terutama setelah muncul dalam serial Wednesday. Saat itu, tokoh Wednesday Addams dengan lugas berkata, “I’ve FOBI, Fear of Being Included,” ketika diajak bergabung dalam suatu pesta. Dari situ, banyak orang akhirnya merasa related.
Ada beberapa alasan mengapa FOBI bisa muncul, di antaranya:
Ingin privacy lebih. Bagi orang yang sangat menghargai privacy, ajakan untuk kumpul justru dianggap mengganggu ritme hidup yang sudah ada.
Yang diundang adalah seorang introver yang cepat lelah di keramaian.
Beban tanggung jawab sosial. Dalam sebuah acara, biasanya ada tuntutan untuk ikut mengobrol, memberi respons, atau bahkan terlibat dalam prosesnya. Bagi sebagian orang, hal ini terasa berat.
Menerima undangan hanya demi sopan santun. Situasi seperti ini membuat FOBI semakin terasa, karena dari awal yang bersangkutan tidak benar-benar siap ikut. Jadi, ada beban ganda, sudah setuju, tapi kemudian berharap batal.
Baca juga: Apa Itu Mindfulness? Ini Arti dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Memahami apa itu FOBI, fear of being included, bisa memberi sudut pandang baru tentang bagaimana seseorang menyikapi interaksi sosial. Salah satunya, setiap orang berhak untuk menjaga energi dan tetap merasa nyaman dengan diri sendiri. (CR)
