Konten dari Pengguna

Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan? Ini Arti dalam Tembang Macapat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Thought Catalog

Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dapat ditemukan dalam tembang macapat. Tembang macapat merupakan puisi tradisional dalam bahasa Jawa.

Dahulu, para orang tua menggunakan tembang macapat untuk menasihati anak-anaknya mengenai arti kehidupan. Tembang macapat berisi ajaran agama dan nilai moral yang menggunakan kata-kata indah sehingga mudah diterima.

Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan? Inilah Artinya

Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Mrika Selimi

Dikutip dari Seni Budaya Jawa dan Karawitan Sekolah Dasar (Ungkapan Keindahan dalam Sebuah Musik Gamelan), Regina (2025:104), tembang macapat merupakan bentuk puisi tradisional Jawa dengan menggunakan aturan yang disebut guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Berikut ini penjelasan artinya.

1. Guru Gatra

Guru gatra merupakan banyaknya jumlah larik (baris) dalam satu bait. Jumlah guru gatra akan memengaruhi ritme pembacaan puisi.

2. Guru Lagu

Guru lagu adalah persamaan bunyi sajak pada akhir kata dalam setiap baris. Bunyi sajak ini adalah aksara vokal, yakni a, i, u, e, dan o.

3. Guru Wilangan

Guru wilangan merupakan banyaknya jumlah suku kata (wanda) dalam setiap baris.

Contoh Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Wilangan dalam Tembang Macapat

Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Mauricio Santos

Terdapat beberapa jenis tembang macapat. Setiap tembang macapat mempunyai perbedaan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contohnya.

1. Tembang Maskumambang

Dhuh anak mas sira wajib angurmati,

Marang yayah rena,

Aja pisan kumawani,

Anyenyamah gawe susah.

Tembang maskumambang tersebut mempunyai guru gatra atau baris sebanyak 4. Adapun guru wilangan atau jumlah suku kata di setiap barisnya adalah 12, 6, 8, 8. Sedangkan guru lagu atau bunyi akhir suku kata setiap baris tembang tersebut adalah i, a, i, a.

2. Tembang Mijil

Dedalane guna lawan sekti,

Kudu andhap asor,

Wani ngalah dhuwur wekasane,

Tumungkula yen dipundukani,

Bapang den simpangi,

Ana catur mungkur.

Guru gatra pada tembang mijil di atas adalah 6. Sedangkan, guru wilangan di setiap barisnya adalah 10, 6, 10, 10, 6, 6. Adapun guru lagu suku kata setiap barisnya adalah i, o, e, i, i, u.

Baca juga: 3 Contoh Puisi Bahasa Jawa Bebas untuk Belajar

Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan adalah aturan-aturan dalam tembang macapat atau puisi tradisional Jawa. (KRIS)