Konten dari Pengguna

Apa itu Pesantren Kilat? Ini Jawabannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pesantren Kilat. (Foto: Syauqifillah by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesantren Kilat. (Foto: Syauqifillah by https://pixabay.com/id/)

Apa itu pesantren kilat? Pesantren kilat merupakan salah satu kegiatan yang sudah lazim dilakukan pelajar dan mahasiswa. Dalam rangka mengatasi krisis moral yang memprihatinkan, khususnya di kalangan remaja, pada beberapa waktu yang lalu telah diupayakan pelaksanaan pesantren kilat bagi anak-anak sekolah dengan jalan tidak mengubah aturan yang sudah ada, seperti dilaksanakan di sela-sela liburan. Pada waktu liburan, sekolah-sekolah tertentu melaksanakan pesantren kilat.

Sebutan pesantren kilat diambil dari dua kata, yaitu pesantren dan kilat. Dikutip dari buku Pendidikan Islam di Indonesia yang ditulis oleh Haidar Putra Daulay (2019: 224), arti dari sebutan pesantren kilat dapat diinterpretasikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pendidikan agama dan hanya dilaksanakan beberapa hari saja.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai apa itu pesantren kilat dan perannya di tengah masyarakat.

Apa itu Pesantren Kilat?

Ilustrasi Pesantren Kilat. (Foto: darwisalwan by https://pixabay.com/id/)

Pesantren kilat merupakan kegiatan pendidikan agama yang dilaksanakan beberapa hari saja, terkadang hanya tiga, tujuh, atau lima belas hari . Semestinya pendidikan pesantren dilaksanakan bertahun-tahun, tetapi pesantren kilat hanya beberapa hari.

Lembaga pendidikan pesantren lebih mengutamakan pengalaman. Contohnya pengalaman ibadah salat, puasa, dan lain-lain, di samping juga akhlak dan budi pekerti yang luhur yang sangat dijunjung tinggi dalam kesehariannya dan ajaran Islam.

Sistem pendidikan pesantren sangat efektif untuk diterapkan dalam bimbingan dan pembinaan mental murid, karena selama 24 jam para santri (murid) berada dalam bimbingan dan pengawasan kyai (guru besar). Jam belajar anak lebih banyak karena mereka diasramakan. Anak-anak di pesantren jauh dari pengaruh hal-hal negatif yang datang dari luar karena mereka terikat dan terlindungi oleh peraturan yang ada.

Pendidikan ala pesantren sangat tepat dilakukan oleh anak, khususnya remaja. Di samping mendidik anak-anak ilmu agama secara mendalam, mereka juga dapat bergaul dengan teman-teman yang baik dalam lingkungan yang baik pula. (CHL)