Apa Itu Puasa Tasua? Ini Penjelasan dan Tuntunannya yang Perlu Diketahui

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu puasa Tasua? Amalan puasa Tasua merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat muslim. Hal ini karena puasa ini termasuk salah satu sunah Nabi yang memiliki keutamaan bagi umat muslim yang mengamalkannya.
Puasa Tasua memiliki latar belakang cerita yang menarik untuk diketahui umat muslim. Untuk dapat mengamalkannya, umat muslim perlu mengetahui tata cara menunaikan puasa Tasua sesuai dengan tuntunan yang ada.
Penjelasan Apa Itu Puasa Tasua dan Tuntunan Mengerjakannya
Mengutip dari dalam buku berjudul Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya, Khalifa Zain Nasrullah (2015: 63), selain puasa Asyura, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan puasa Tasua. Pelaksanaan puasa Tasua dilakukan untuk menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja yaitu pada tanggal 10 saja.
Namun, niat Rasulullah saw. untuk mengerjakan puasa Tasua atau puasa pada tanggal 9 Muharram belum sempat ditunaikan. Hal ini karena Nabi Muhammad saw. telah wafat sebelum tanggal 9 Muharram pada tahun selanjutnya. Pelaksanaan puasa Tasua dilanjutkan dengan menunaikan puasa Asyura.
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi Muhammad saw. mengerjakan puasa hari Asyura, nabi memerintahkan umat muslim untuk menunaikannya. Pembahasan mengenai puasa Tasua dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
Artinya: “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa umat muslim disunahkan untuk mengamalkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus.
Hal ini karena Nabi Muhammad saw. mengerjakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan memiliki cita-cita dan niat untuk menunaikan puasa pada tanggal sembilan Muharram di tahun berikutnya.
Baca juga: Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, Amalan Istimewa Muslim di Bulan Muharam
Penjelasan mengenai apa itu puasa Tasua yang disajikan lengkap dengan dalil dan tuntunan mengerjakannya dapat dijadikan sebagai panduan dalam menunaikan puasa sunah Tasua. (DAP)
