Konten dari Pengguna

Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, Amalan Istimewa Muslim di Bulan Muharam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif

Puasa adalah salah satu bentuk ibadah umat muslim. Puasa dibagi menjadi puasa wajib dan sunah. Ada dua puasa sunah yang bisa dilakukan di bulan Muharam, yaitu puasa tasua dan asyura. Perbedaan puasa tasua dan asyura perlu dipahami oleh umat muslim.

Meskipun sama-sama dilaksanakan di bulan Muharam, terdapat perbedaan pada puasa tasua dan asyura. Salah satu perbedaannya adalah waktu pelaksanaan kedua puasa sunah tersebut.

Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura yang Perlu Diketahui

Ilustrasi untuk Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura. Sumber: Unsplash/Rachid Oucharia

Ketika memasuki bulan Muharam, umat Islam bisa menjalankan dua puasa sunah, yaitu puasa tasua dan asyura. Berikut adalah perbedaan puasa tasua dan asyura yang perlu diketahui umat muslim.

1. Waktu Pelaksanaannya

Mengutip dari Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya, Nasrullah (2015:62), sehari sebelum melaksanakan puasa asyura, dianjurkan untuk melaksanakan puasa tasua pada 9 Muharam. Adapun puasa asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam.

2. Sejarah Pelaksanaannya

Sebelum adanya Islam, bangsa Quraisy selalu menjalankan puasa asyura. Rasulullah saw. memerintahkan umat Islam untuk puasa asyura. Namun, untuk pembeda dari agama lain, Rasulullah saw. juga memerintahkan umat Islam untuk menunaikan puasa tasua, yaitu puasa satu hari sebelum puasa asyura.

Riwayat puasa tasua berdasarkan riwayat Abdullah bin Abbas ra. berikut.

Ketika Rasulullah saw. melakukan puasa asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, maka para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, ia (hari asyura) adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.”

Maka beliau bersabda, “Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah.” Ternyata tahun berikutnya belum tiba, Rasulullah saw. telah wafat. (HR Muslim)

3. Niat Puasa

Sama seperti ibadah lainnya, sebelum menjalankan puasa tasua dan asyura umat Islam harus membaca niat terlebih dahulu. Berikut adalah niatnya.

a. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatit Tasu'a lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunah tasua pada hari ini karena Allah Swt."

b. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunah asyura karena Allah Swt."

Baca juga: Doa Berbuka Puasa Sesuai dengan Sunah untuk Menyempurnakannya

Demikian beberapa perbedaan puasa tasua dan asyura yang perlu dipahami. Semoga bisa menambah wawasan dalam Islam. (KRIS)