Apa Itu Ransomware? Ini Pengertian, Dampak, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai pengguna komputer, tentu harus tahu apa itu ransomware. Ransomware adalah jenis malware berbahaya yang dirancang untuk mengenkripsi data korban, menghalangi aksesnya, dan menuntut tebusan sebagai syarat untuk mengembalikan akses tersebut.
Jenis serangan siber ini telah menjadi ancaman serius di dunia digital, dengan para penjahat siber menargetkan individu, bisnis, hingga organisasi besar. Hal itu telah dibuktikan dengan telah terjadinya kejadian ini pada beberapa tahun yang lalu.
Apa Itu Ransomware? Ini Pengertian, Contoh, dan Dampaknya
Apa itu ransomware dan bagaimana cara kerjanya? Ransomware bekerja dengan menyusup ke dalam sistem komputer atau jaringan melalui berbagai metode seperti tautan berbahaya, lampiran email yang terinfeksi, atau unduhan dari situs web yang tidak aman, dikutip dari dari buku Keamanan Informasi, Miftahul Huda, (2020).
Setelah berhasil masuk dan terinstal di perangkat korban, ransomware akan mengenkripsi file penting, sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna. Selanjutnya, penyerang akan menampilkan pesan yang menuntut tebusan dalam bentuk apapun.
Contoh ransomware yang terkenal antara lain WannaCry menyebar pada tahun 2017. Ransomware ini memanfaatkan kelemahan dalam sistem operasi Windows untuk menyebar dengan cepat ke lebih dari 200.000 komputer di 150 negara.
Untuk dampaknya, ransomware sangat merugikan, baik bagi individu maupun organisasi. Beberapa dampak utama yang dapat dirasakan antara lain:
1. Kehilangan Data Penting
File yang terenkripsi oleh ransomware tidak dapat dipulihkan, meskipun tebusan telah dibayar. Ini dapat mengakibatkan kehilangan data penting dan berharga yang tidak dapat diganti.
2. Gangguan Bisnis
Serangan ransomware dapat melumpuhkan operasi bisnis, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Bisnis tidak dapat beroperasi secara normal hingga masalah ini diselesaikan.
3. Kerusakan Reputasi
Serangan ransomware dapat merusak reputasi organisasi, terutama jika serangan tersebut mempengaruhi data pelanggan atau operasi bisnis yang sensitif. Kepercayaan pelanggan dapat berkurang, yang berdampak negatif pada citra perusahaan.
4. Tekanan Psikologis
Bagi individu yang menjadi korban ransomware, tekanan psikologis yang dihasilkan dapat sangat signifikan. Stres, kecemasan, dan ketakutan adalah beberapa reaksi umum yang dapat muncul.
Baca juga: Cara Menghilangkan Malware di Android yang Mudah
Dengan artikel di atas tentunya menjawab apa itu ransomware. Penting untuk selalu memperbarui sistem keamanan, menghindari tautan dan lampiran yang mencurigakan, serta melakukan backup data secara rutin untuk melindungi diri dari ancaman ini. (RIZ)
