Konten dari Pengguna

Apa Itu Saham Undervalue? Ini Definisi dan Penyebab Keberadaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Saham Undervalue. Sumber: Unsplash/Yorgos Ntrahas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Saham Undervalue. Sumber: Unsplash/Yorgos Ntrahas

Saham sebagai instrumen investasi mempunyai banyak istilah khusus yang berbeda dengan istilah dalam percakapan sehari-hari. Contoh istilah tersebut adalah saham undervalued. Apa itu saham undervalue?

Saham undervalued merupakan istilah dalam dunia saham yang mempunyai kaitan dengan valuasi perusahaan. Valuasi perusahaan biasa menjadi aspek pertimbangan bagi investor dalam menentukan untuk membeli saham atau tidak.

Apa Itu Saham Undervalue? Ini Definisinya

Ilustrasi Apa Itu Saham Undervalue. Sumber: Unsplash/Markus Winkler

Saham merupakan instrumen investasi berupa bukti kepemilikan atau penyertaan modal dalam suatu perseroan terbatas (perusahaan). Salah satu pemahaman penting bagi investor yang menyertakan modalnya dalam saham adalah valuasi saham.

Dikutip dari buku Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Agusfianto, dkk. (2022: 90), valuasi saham adalah proses penilaian yang dilakukan terhadap harga saham suatu perusahaan untuk mengetahui sesuai dengan nilai intrinsiknya atau tidak.

Nilai intrinsik merupakan nominal yang akan didapatkan oleh investor jika perusahaan dijual. Valuasi saham dapat mencakup tiga jenis yang salah satunya adalah saham undervalued. Apa itu saham undervalue?

Dikutip dari buku Konsep Dasar Investasi dan Pasar Modal, Hidayat (2019: 189), saham undervalued adalah saham yang memiliki nilai intrinsik lebih besar daripada harga pasar (market value). Saham seperti itu dijual dalam kondisi murah.

Kembali mengutip dari buku karya Agusfianto, dkk. (2022: 90), saham undervalued masih layak untuk dibeli atau dipertahankan jika sudah dimiliki. Kondisi tersebut berbeda dengan saham overvalued dan saham fair. Berikut penjelasan tentang keduanya.

  • Saham overvalued mempunyai nilai intrinsik lebih kecil daripada harga pasar. Investor dapat menjual saham tersebut untuk mendapatkan profit atau keuntungan.

  • Saham fair mempunyai nilai intrinsik sama dengan harga pasar. Saham tersebut masih dalam kategori wajar, tetapi kerap dianggap kurang menarik.

Penyebab Keberadaan Saham Undervalue

Ilustrasi Apa Itu Saham Undervalue. Sumber: Unsplash/Jason Briscoe

Nilai intrinsik saham dapat lebih besar daripada harga pasar (undervalued) karena berbagai macam faktor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab keberadaan saham undervalued.

  • Keadaan ekonomi makro yang menimbulkan dampak negatif, misalnya krisis ekonomi, gejolak pasar, dan/atau resesi.

  • Masalah internal perusahaan yang memengaruhi kepercayaan investor.

  • Penurunan siklus industri, misalnya penurunan pada salah satu komoditas dalam kurun waktu tertentu. Keadaan tersebut sebenarnya dapat mengalami perubahan siklus yang berbalik sehingga harga dapat kembali naik.

  • Perusahaan kurang dikenal oleh publik atau calon investor.

  • Sentimen pasar yang negatif, misalnya karena isu politik atau ekonomi.

Baca juga: Apa Itu Dividen Trap? Ini Penjelasannya yang Wajib Diketahui Investor

Jadi, apa itu saham undervalue? Saham undervalued merupakan kondisi ketika nilai intrinsik lebih besar daripada harga pasar. Walaupun umum terjadi, investor perlu cermat dalam membuat keputusan untuk menjual, membeli, atau mempertahankan saham. (AA)