Konten dari Pengguna

Apa itu Teks Narasi? Ini Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teks Narasi. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teks Narasi. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)

Ada berbagai jenis teks berdasarkan teknik pemaparannya. Salah satunya adalah teks narasi. Apa itu teks narasi? Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madya yang ditulis oleh Nani Darmayanti & Fatrah Hasanah (2007: 12), pengertian teks narasi adalah teks yang di dalamnya menceritakan suatu kejadian secara runtut sesuai urutan waktu (kronologis).

Untuk membedakan teks narasi dengan teks lainnya, berikut adalah ciri-ciri teks narasi dalam Bahasa Indonesia:

  1. Isinya berupa cerit ayang disampaikan berdasarkan urutan waktu.

  2. Mengutamakan unsur perbuatan atau tindakan.

  3. Memiliki alur yang jelas, seperti pengenalan, klikmaks, dan penyelesaian.

Apa itu Teks Narasi?

Ilustrasi Teks Narasi. (Foto: lil_foot_ by https://pixabay.com)

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks narasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Narasi ekspositoris, merupakan karangan narasi yang bertujuan menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh pengetahuan luas mengenai apa yang dibacanya. Contoh narasi ekspositoris adalah cerita perjalanan atau pengalaman.

  • Narasi sugestif, merupakan karangan narasi yang berusaha memberikan makna pada peristiwa atau kejadian sebagai suatu pengalaman dan lebih cenderung menggunakan bahasa konotatif untuk memberikan kesan imajinasi. Contoh narasi sugestif adalah bentuk karya sastra, seperti cerpen, novel, atau dongeng.

Agar lebih paham, berikut adalah contoh teks narasi dalam Bahasa Indonesia sebagai pembelajaran di rumah:

Pada tahun 1927, Cipto Mangunkusumo dianggap pemerintah Belanda terlibat upaya sabotase, sehingga Cipto Mangunkusumo dibuang ke Banda Neira. Pada masa pembuangannya, penyakit asmanya kambuh. Saat Cipto Mangunkusumo diminta tanda tangan perjanjian yang meminta ia melepaskan hak politik agar bisa kembali ke Jawa untuk berobat, ia dengan tegas menyatakan lebih baik beliau mati. Ia kemudian dipindahkan ke Makassar, kemudian ke Sukabumi pada tahun 1940. Karena udara Sukabumi cukup dingin berakibat kesehatannya menjadi kurang baik. Oleh karena itu, ia dipindahkan kembali ke Jakarta hingga wafat pada 8 Maret 1943.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian dan contoh teks narasi sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat! (CHL)