Konten dari Pengguna

Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu? Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Nick Fewings
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Nick Fewings

Apa itu Wewaran dan Pawukon dalam agama Hindu? Setiap orang bisa saja memiliki pertanyaan seperti itu di dalam benaknya ketika pertama kali mendengar istilah Wewaran dan Pawukon.

Secara singkat, Wewaran dan Pawukon dapat dipahami sebagai hitungan kalender dalam agama Hindu. Contoh kalender agama Hindu di Indonesia adalah kalender Pawukon Bali, yakni kalender yang menjadi dasar hitungan hari keagamaan.

Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu?

Ilustrasi Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Pier Francesco Grizi

Apa itu Wewaran dan Pawukon dalam agama Hindu? Secara singkat, seseorang dapat memaknai Wewaran dan Pawukon sebagai sistem penanggalan dalam kalender agama Hindu.

Namun, pemahaman seperti itu belum lengkap karena Wewaran dan Pawukon merupakan istilah khusus yang ada dalam kalender Pawukon Bali. Dikutip dari buku Ilmu Falak Multidimensi, Imroni (2021: 145), Wewaran berasal dari kata wara yang berarti hari.

Berdasarkan asal katanya, Wewaran memiliki arti sebagai pengelompokan hari yang sering disebut dengan istilah minggu atau pekan. Jika satu pekan umumnya terdiri dari lima atau tujuh hari, berbeda dengan Wewaran Bali.

Wewaran sebagai siklus hari dalam adat bali terdiri dari sepuluh jenis, yakni mulai dari satu sampai dengan sepuluh hari dalam satu pekan. Wewaran dalam adat Bali, yaitu:

  1. Ekawara;

  2. Dwiwara;

  3. Triwara;

  4. Caturwara;

  5. Pancawara;

  6. Sadwara;

  7. Saptawara;

  8. Astawara;

  9. Sangawara; dan

  10. Dasawara.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa Wewaran merupakan siklus hari dalam adat Bali. Kemudian, Pawukon merupakan sistem penanggalan atau kalender umat Hindu Bali.

Kegunaan Wewaran dan Pawukon

Ilustrasi Apa Itu Wewaran dan Pawukon dalam Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Artem Beliaikin

Setelah mengetahui selintas mengenai Wewaran dan Pawukon, sekarang adalah saat untuk mengetahui kegunaannya. Kegunaan Wewaran dan Pawukon serupa dengan kalender pada umumnya, yakni sebagai sistem atau acuan penanggalan.

Selain mempunyai kegunaan umum, Wewaran dan Pawukon juga memiliki kegunaan khusus. Dikutip dari buku Bali Bukan India, True Back Story (2020: 111), hari raya keagamaan bagi umat Bali umumnya dihitung berdasarkan Wewaran dan Pawukon.

Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa Wewaran dan Pawukon memiliki fungsi penting untuk menghitung hari raya keagamaan. Mengutip dari buku yang sama, True Back Story (2020: 111), beberapa contoh hari raya berdasarkan Wewaran, yaitu:

  • Galungan yang jatuh pada Buda, Kliwon, Dungulan.

  • Kuningan yang jatuh pada Saniscara, Kliwon, dan Kuningan.

  • Saraswati yang jatuh pada Saniscara, Umanis, Watugunung.

Baca juga: Kalender Bali Oktober 2023 Lengkap

Demikian menjadi jelas bahwa jawaban dari pertanyaan apa itu Wewaran dan Pawukon dalam agama Hindu adalah kalender agama Hindu Bali. Selain itu, dapat dipahami pula bahwa Wewaran dan Pawukon merupakan jenis Kalender Bali. (AA)